BERITA

H+2 Lebaran, Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat

7
×

H+2 Lebaran, Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat

Sebarkan artikel ini
Suasana saat sejumlah kendaraan pemudik arus balik di kantong parkir dermaga reguler, Pelabuhan Bakauheni, Lampung. (ANTARA/Riadi Gunawan)

LAMPUNG, RADARSUMBAR.COM – Arus balik Lebaran 2026 mulai terlihat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan sejak H+2 atau Senin (23/3).

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan lonjakan trafik sudah terpantau sejak Minggu (22/3) hingga Senin sore, baik dari penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.

“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi puncak arus balik,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam terakhir, tercatat 146 trip kapal dengan total 51.751 penumpang, meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik 45,3 persen.

Baca Juga  Pohon Tumbang Timpa Badan Jalan, BPBD Agam Lakukan Pembersihan

Kenaikan tertinggi terjadi pada sepeda motor sebanyak 5.248 unit atau meningkat 59,4 persen, diikuti kendaraan roda empat 7.407 unit (naik 27,9 persen). Kendaraan logistik tercatat 1.202 unit atau melonjak 189,6 persen, sedangkan bus mencapai 237 unit atau naik 19,7 persen.

Partogi memastikan operasional penyeberangan berjalan lancar dan terkendali berkat koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Untuk mengantisipasi lonjakan, skema pengalihan kendaraan mulai diterapkan. Arus menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni melayani penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VIA.

Baca Juga  Jalur Padang–Bukittinggi masih Lancar, Lonjakan Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran

Sementara itu, kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun kendaraan logistik dengan sumbu besar masih diarahkan menunggu di buffer zone dan rest area guna menjaga kelancaran lalu lintas.

“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat,” kata dia.

Pengelolaan dermaga juga dilakukan secara fleksibel dengan skema multi-dermaga untuk menjaga distribusi penumpang dan kendaraan tetap merata di tengah peningkatan volume. (rdr/ant)