SEPAKBOLA

Tegang dengan AS, Iran Dikabarkan Mundur dari Piala Dunia 2026

3
×

Tegang dengan AS, Iran Dikabarkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Piala Dunia 2026. (dok. istimewa)
Piala Dunia 2026. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Tim nasional Iran dilaporkan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai respons atas serangan udara Amerika Serikat ke Iran pekan lalu.

Dikutip dari OneFootball, Rabu, Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali menyampaikan keputusan tersebut dengan sejumlah alasan yang melatarbelakanginya.

“Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Doyanmali.

Ia menjelaskan, selain karena terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, keputusan mundur juga mempertimbangkan faktor keselamatan tim nasional.

Baca Juga  Semen Padang FC Persiapkan Tim Hadapi Liga 1 2025/26, Andre Rosiade: Insya Allah lebih Baik

Pada Piala Dunia 2026, Iran sejatinya tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.

“Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental kondisi untuk berpartisipasi tidak ada, mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran,” kata Doyanmali.

“Mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu,” tambahnya.

Baca Juga  Sayuri Bersaudara Gantikan Eliano-Sandy, Kluivert Pastikan Skuad Timnas Siap Hadapi China-Jepang

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan timnas Iran tetap dapat tampil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat setelah mendapat persetujuan dari Presiden AS Donald Trump.

“Selama pembicaraan, Presiden Trump menegaskan bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat. Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA 2026 untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya,” kata Infantino, dikutip dari Marca. (rdr/ant)