EKONOMI

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Tambah 2.400 Metrik Ton Elpiji di Sumbar

8
×

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Tambah 2.400 Metrik Ton Elpiji di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga Sumbagut jamin pasokan elpiji di Sumbar. (Foto: Dok. Ist)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menambah pasokan elpiji sebesar 19,5 persen atau setara 2.400 metrik ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Barat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagut Wilayah Sumbar, Fakhri Rizal, mengatakan penambahan pasokan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Lebaran.

“Hingga 14 Maret 2026, penambahan elpiji sudah mencapai sekitar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal di Sumatera Barat,” kata Fakhri di Padang, Minggu.

Baca Juga  Agar APBN Terjaga, Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi

Berdasarkan data Pertamina, kebutuhan elpiji di Sumatera Barat pada Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 14 ribu metrik ton.

Selain menambah pasokan, Pertamina juga memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah tersebut tetap beroperasi selama masa libur, termasuk saat Hari Raya Nyepi.

“SPBE tetap beroperasi penuh hingga 22 Maret 2026,” ujarnya.

Dengan tambahan pasokan hingga 19,5 persen tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih serta tidak khawatir terhadap ketersediaan elpiji, baik subsidi tiga kilogram maupun Bright Gas nonsubsidi.

Baca Juga  HappyFlex Tri Jawab Kebutuhan Digital Gen Z

Pertamina juga telah berkoordinasi dengan 173 agen elpiji subsidi dan nonsubsidi di Sumatera Barat untuk memastikan distribusi tetap lancar selama Lebaran.

Selain itu, Pertamina mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk ikut mengawasi harga jual elpiji di tingkat pangkalan maupun pengecer.

“Pertamina akan terus memantau penjualan elpiji di pangkalan resmi agar tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi,” kata Fakhri. (rdr/ant)