BERITA

Kemendiktisaintek Tegaskan AI Hanya Alat Bantu dalam Pembelajaran

1
×

Kemendiktisaintek Tegaskan AI Hanya Alat Bantu dalam Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Artificial Intelligence. (Foto Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan Indonesia tidak akan dibatasi secara kaku. Teknologi tersebut diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat proses belajar mengajar, bukan menggantikan peran manusia, khususnya guru dan dosen.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemendiktisaintek), Badri Munir Sukoco, mengatakan pendekatan pemerintah terhadap AI bersifat adaptif dan terbuka, seiring pesatnya perkembangan teknologi.

“Secara umum pendekatan kita terhadap AI dalam pendidikan bukan pendekatan yang restriktif. Kita melihat AI sebagai sebuah tools atau alat,” ujar Badri dalam dialog bersama media bertajuk “Ngopi Bareng Media dan Iftar” di Jakarta, Jumat (13/3).

Baca Juga  Menkomdigi Minta Pengembang AI Beri Manfaat Nyata kepada Masyarakat

Menurutnya, dalam konteks pendidikan, AI perlu ditempatkan sebagai sarana yang mendukung proses pembelajaran, bukan solusi instan yang menggantikan peran manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan.

“Teknologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan secara otomatis,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dinilai membuka peluang inovasi dalam metode pembelajaran, mulai dari pengembangan materi ajar yang lebih interaktif, personalisasi pembelajaran, hingga pemanfaatan data untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Meski demikian, Badri menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar pendidikan.

“Yang kedua adalah bagaimana kita menjaga agar pemanfaatan AI ini memberikan manfaat sebesar mungkin, tetapi tetap digunakan secara bijaksana,” katanya.

Baca Juga  Jumlah Tersangka Karhutla di Riau Bertambah Jadi 51 Orang

Ia menilai pendidik maupun peserta didik perlu memiliki pemahaman kontekstual terhadap penggunaan teknologi sehingga AI tidak hanya dimanfaatkan secara teknis, tetapi juga secara etis dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan pesat teknologi dan media pembelajaran, sistem pendidikan juga dituntut mampu merespons perubahan tersebut secara adaptif.

“Tantangannya adalah bagaimana sistem pendidikan dapat merespons perkembangan tersebut secara kontekstual sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap integrasi teknologi, termasuk AI, dapat memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (rdr)