PADANG, RADARSUMBAR.COM – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) optimistis 700 ribu usaha kecil dan menengah (UKM) di provinsi setempat segera beralih menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi.
“Informasi yang kita dapatkan UKM kita ini jumlahnya hampir 700 ribu dan memang belum semuanya menggunakan QRIS dan inilah tantangannya,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram di Kota Padang, Senin.
Setelah 700 ribu UKM tersebut beralih menggunakan QRIS, maka tantangan BI selanjutnya ialah bagaimana pelaku usaha terutama UKM secara konsisten menggunakan sistem pembayaran digital tersebut.
“Tugas berikutnya ialah mengedukasi pedagang agar mereka menggunakan QRIS sehingga memberikan manfaat bagi mereka,” kata Majid.
BI setempat optimistis penerapan QRIS di Ranah Minang bisa menjangkau seluruh pelaku usaha karena sekitar 60-65 persen penduduknya merupakan Generasi Milenial yang dinilai cukup cakap dan melek terhadap internet atau sistem pembayaran digital.
Berdasarkan data yang dihimpun BI Sumbar jumlah pengguna QRIS di periode Januari 2026 meningkat dari 969.709 menjadi 977.803 pengguna, atau bertambah sekitar 8.094 pengguna baru.
Kemudian, jumlah merchant juga mengalami peningkatan dari 701.337 menjadi 708.353 merchant. Artinya, terdapat penambahan 7.016 merchant baru yang menggunakan sistem pembayaran berbasis digital tersebut.
Tidak hanya itu, BI juga mencatat volume transaksi QRIS mengalami normalisasi pascalibur Desember dengan transaksi sebesar 8,10 juta dibandingkan 8,17 di Desember 2025.
Sementara itu, Vicha salah seorang pengguna QRIS di Kota Padang mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem pembayaran digital yang digagas BI pada 17 Agustus 2019 tersebut.
“Menggunakan QRIS jauh lebih simpel dan memudahkan kita dalam bertransaksi. Namun, di beberapa tempat layanan ini memang belum ada,” kata dia. (rdr/ant)






