GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan Fair di Kota Gunungsitoli menunjukkan peningkatan signifikan. Perputaran uang dari kegiatan Pasar Ramadan bahkan diperkirakan mencapai Rp1 miliar sejak dibuka pada 25 Februari 2026.
Ketua Ramadan Fair Kota Gunungsitoli, Harlen Tanjung Dt Kayo, mengungkapkan bahwa geliat ekonomi tersebut terlihat dari pendapatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebutkan, terdapat 44 stan yang mengisi kawasan Pasar Ramadan. Berdasarkan hasil survei transaksi harian, sebanyak 43 stan mampu menghasilkan rata-rata pendapatan sekitar Rp1 juta per hari.
“Jika diakumulasi selama 30 hari pelaksanaan Ramadan Fair, maka perputaran uang diperkirakan mencapai Rp1 miliar,” kata Harlen, Selasa (17/3/2026).
Menurut dia, tingginya transaksi tidak terlepas dari antusiasme masyarakat yang terus meningkat sejak hari pertama pembukaan. Warga dari dalam maupun luar Kota Gunungsitoli terlihat aktif mengunjungi lokasi pasar, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kalangan umat muslim, tetapi juga masyarakat non-muslim.
“Interaksi ini menunjukkan adanya ruang silaturahmi lintas komunitas yang semakin harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli menilai kegiatan Ramadan Fair sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di tengah tekanan inflasi yang relatif tinggi di wilayah Sumatera Utara.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ruang ekonomi yang produktif.
“Kami mengapresiasi kontribusi semua pihak dalam pelaksanaan Ramadan Fair ini yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Arham di Pelataran Parkir Eks Pelindo Gunungsitoli.
Menurut dia, keberadaan Pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi sementara, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan hasil usaha mereka kepada pengunjung, baik dari kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan domestik.
Pemerintah berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut, sehingga kegiatan serupa dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas ke depan. Ramadan Fair di Kota Gunungsitoli menjadi salah satu contoh kegiatan berbasis komunitas mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam. (rdr/tanhar)






