BERITA

Meski Terdampak Timur Tengah, Layanan Penerbangan Internasional Tetap Berjalan

5
×

Meski Terdampak Timur Tengah, Layanan Penerbangan Internasional Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi suasana di bandara. (dok. istimewa)
ilustrasi suasana di bandara. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan internasional tetap berjalan di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan informasi yang menyebut seluruh penerbangan internasional dihentikan adalah tidak benar.

“Pemberitaan terkait dihentikannya seluruh penerbangan internasional akibat dinamika di Timur Tengah tidak benar,” ujar Lukman dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan operasional penerbangan internasional secara intensif, sekaligus memastikan penanganan penumpang berjalan aman dan terkoordinasi.

Hingga 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, tercatat dua pesawat masih berstatus tertahan (stranded) di Indonesia, masing-masing berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dioperasikan oleh Qatar Airways.

Baca Juga  Nyaris Diamuk Massa, Sepasang Remaja di Padang Diduga Berbuat Mesum Diamankan Warga

Seiring dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, sejumlah maskapai mulai mengoperasikan penerbangan secara terbatas.

Maskapai Emirates telah melayani penerbangan terbatas dari dan menuju Jakarta serta Denpasar. Namun, operasional sempat terdampak gangguan fasilitas fuel farm di Bandara Dubai pada 16 Maret 2026, yang menyebabkan keterlambatan dan penyesuaian jadwal.

Selain itu, Etihad Airways juga telah mengoperasikan penerbangan terbatas dan berencana meningkatkan frekuensi, khususnya untuk rute Jakarta dan Denpasar menuju Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah melaksanakan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret 2026 dan secara bertahap kembali membuka layanan dari Jakarta.

Penanganan penumpang terdampak, termasuk jemaah umrah, dilakukan melalui pengembalian dana, penjadwalan ulang, maupun pengalihan ke maskapai lain. Per 16 Maret 2026, tidak ada lagi penumpang stranded di Jeddah yang ditangani Qatar Airways.

Baca Juga  Erick Thohir: PSSI Dorong Perbaikan Kesejahteraan Wasit, Sistem Pertandingan dan VAR

Di sisi lain, maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Flyadeal tetap beroperasi normal dan tidak terdampak.

Penerbangan tidak langsung melalui negara ketiga juga telah kembali berjalan normal untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan penumpang.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran operasional serta perlindungan bagi penumpang.

“Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait serta menyesuaikan rencana perjalanan,” kata Lukman. (rdr/ant)