AGAM

Demi Keselamatan Pemudik, Warga Bantu Kelancaran Lalu Lintas di Jalur Alternatif Bukittinggi

3
×

Demi Keselamatan Pemudik, Warga Bantu Kelancaran Lalu Lintas di Jalur Alternatif Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Warga mengatur kelancaran arus lalu lintas jalan penghubung Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam dengan Kota Bukittingi di ruas jalan Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Sejumlah warga di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, aktif mengatur arus lalu lintas di jalan penghubung menuju Bukittinggi, terutama di titik-titik yang rusak akibat bencana pada November 2025.

Kerusakan di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, membuat badan jalan menyempit dan memaksa kendaraan dari dua arah melintas secara bergantian. Kondisi ini semakin berisiko pada tikungan tajam, terutama menjelang Idul Fitri saat volume kendaraan meningkat.

Rahmatal, 22 tahun, bersama dua rekannya, telah mengatur lalu lintas di lokasi sejak pagi hingga sore hampir tiga bulan terakhir. Mereka bergantian memberikan isyarat kepada kendaraan yang melintas di jalur ambles.

Baca Juga  Sekda Agam Tegaskan Pembentukan DOB Agam Tuo Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Ini sosial saja, niat saya supaya perjalanan orang tidak terganggu. Kalau tidak ada orang di sini, mobil bisa bertabrakan,” ujar Rahmatal.

Selain mengatur arus, mereka juga membersihkan material longsor, membantu pemotor yang kesulitan, serta menjaga keselamatan di jalan licin.

Menurut Rahmatal, jalur Lubuk Basung-Sungai Landia memang rawan longsor, dengan sedikitnya empat titik mengalami kerusakan berat, di mana badan jalan ambles hingga separuh. Warga lain juga membantu memantau kondisi jalan di beberapa titik menggunakan handy talkie, termasuk di lokasi yang telah dibangun Jembatan Bailey.

Baca Juga  Polres Agam: Anak Bawah Umur Dominasi Pelanggaran selama Operasi Zebra Singgalang

Kehadiran warga terbukti efektif mengurai kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan. Sopir travel Al dan pengendara motor Madi mengaku sangat terbantu dengan bantuan warga saat melintas.

Ruas jalan Sungai Landia ini juga dapat dimanfaatkan pemudik sebagai jalur alternatif dari dan ke Bukittinggi-Padang.

Sementara itu, Direktorat Polda Sumatera Barat akan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama Padang-Bukittinggi selama mudik Idul Fitri. Sistem ini diterapkan pada 19-20 Maret dan 22-24 Maret 2026. Titik penyekatan pertama berada di Simpang Exit Tol Sicincin dan titik kedua di Simpang Padang, Padang Panjang. (rdr/ant)