JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ditunda, dan pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) ditangguhkan sementara.
Juru Bicara Kemlu, Nabyl A. Mulachela, menyatakan keputusan ini merespons laporan rencana pengerahan pasukan internasional di Jalur Gaza yang dikabarkan akan dimulai pada Mei 2026. “Pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza saat ini ditunda, dan pembahasan BoP masih on hold,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Laporan lembaga penyiaran Israel, KAN, menyebut pasukan internasional, termasuk sekitar 5.000 tentara dari Indonesia, direncanakan ditempatkan di Rafah, Gaza selatan, mulai 1 Mei, sebelum diperluas ke wilayah lain. Nabyl menegaskan, setiap partisipasi Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) berada di bawah kendali nasional, sesuai mandat Dewan Keamanan PBB Resolusi 2803 (2025), politik luar negeri bebas-aktif, kepentingan nasional RI, dan hukum internasional.
Sebelumnya, pada 6 Maret 2026, Kemlu RI menangguhkan pembahasan BoP menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa prioritas Indonesia saat ini adalah memantau dinamika konflik di Timur Tengah dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia.
Dengan demikian, Indonesia untuk sementara tidak akan terlibat dalam pengerahan pasukan internasional di Gaza hingga ada perkembangan lebih lanjut yang sesuai mandat PBB dan kepentingan nasional. (rdr)






