JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengidentifikasi terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, menyatakan langkah tersebut penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan berbasis bukti.
“Kami mengapresiasi upaya kepolisian yang dengan cepat berhasil mengidentifikasi pelaku. Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap saudara Andrie Yunus segera pulih,” ujar Angga.
Perkembangan kasus ini turut diperkuat oleh langkah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang telah mengamankan empat personel yang diduga terlibat.
Menurut Angga, respons cepat dan profesional dari aparat penegak hukum, baik Polri maupun TNI, menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama dalam situasi sensitif.
Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga negara tidak dapat ditoleransi. Karena itu, proses hukum harus berjalan tegas, transparan, dan akuntabel.
“Siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pemerintah juga menekankan bahwa dugaan keterlibatan individu tidak mencerminkan institusi secara keseluruhan. Di sisi lain, langkah TNI menangani kasus ini secara terbuka dinilai sebagai bentuk komitmen menjaga disiplin, profesionalisme, dan integritas.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Pemerintah mengimbau masyarakat bijak dalam menyikapi informasi,” kata Angga.
Pemerintah memastikan akan mengawal penegakan hukum hingga tuntas serta menjamin perlindungan terhadap hak-hak warga negara.
“Negara memastikan ruang demokrasi tetap aman dan terlindungi,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diserang oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam, usai melakukan rekaman siniar di Kantor YLBHI.
Dalam perkembangan terbaru, Polda Metro Jaya telah mengungkap dua inisial terduga pelaku, yakni BHC dan MAK.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyampaikan identitas tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Puspom TNI menyatakan telah menahan empat personel berinisial NDP, SL, BWH, dan ES untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma BAIS TNI. (rdr)






