JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai terjadi sejak kemarin hingga hari ini. Pemudik yang menggunakan mobil pribadi memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu keberangkatan, baik pagi maupun malam hari.
Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, mengatakan masing-masing waktu memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi fisik pengemudi.
“Kalau berangkat pagi, kondisinya lebih segar karena sudah beristirahat. Namun, lalu lintas cenderung lebih ramai dan potensi kemacetan lebih tinggi,” ujar Marcell kepada Kompas.com.
Kepadatan lalu lintas tersebut berpotensi membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.
Sebaliknya, perjalanan malam hari menawarkan kondisi jalan yang lebih lengang dengan risiko kemacetan yang lebih kecil.
“Kalau malam, jalannya lebih sepi, tetapi risiko microsleep lebih tinggi,” katanya.
Microsleep adalah kondisi tertidur singkat yang bisa terjadi tanpa disadari, terutama saat tubuh kelelahan. Selain itu, perjalanan malam juga bertentangan dengan ritme biologis tubuh yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.
Karena itu, pemudik disarankan menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi tubuh. Jika memilih perjalanan malam, pastikan sudah cukup istirahat dan lakukan jeda berkala selama perjalanan.
Sementara itu, bagi yang berangkat pagi, perlu mengantisipasi kepadatan dengan memulai perjalanan lebih awal.
Perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar mudik tetap aman dan nyaman. (rdr)






