JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Momentum Ramadhan dan Idul Fitri kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan penipuan, salah satunya melalui modus promo dan diskon belanja.
Meningkatnya aktivitas belanja jelang Lebaran dimanfaatkan pelaku usaha untuk menawarkan berbagai promo. Namun, kondisi ini juga dimanfaatkan penipu untuk menjebak korban.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan adanya kampanye penipuan yang mengeksploitasi momentum Ramadhan. Modus ini umumnya muncul berulang setiap musim perayaan.
Pelaku meniru identitas perusahaan komersial dan menawarkan promo besar-besaran. Korban kemudian diarahkan ke laman tertentu dan diminta memasukkan nomor telepon.
Selanjutnya, korban dibujuk untuk menyebarkan tautan tersebut ke kontak lain melalui WhatsApp atau Facebook Messenger. Tautan itu kemudian mengarah pada penipuan lanjutan yang bertujuan mengumpulkan data pribadi.
Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, mengingatkan bahwa ancaman penipuan siber cenderung meningkat saat periode promo besar seperti Ramadhan.
“Penipu kini juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat phishing semakin canggih dan sulit dikenali,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).
Data Kaspersky menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 14,9 juta ancaman siber berbasis web yang berhasil dideteksi dan diblokir. Sekitar 22,4 persen pengguna menghadapi ancaman online selama periode tersebut.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadhan 2026 yang melibatkan 22.593 rekening, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Tips Aman Belanja Online Saat Lebaran
Untuk menghindari penipuan, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah berikut:
Verifikasi pengirim dan tautan
Jangan mudah percaya pada promo dari sumber tidak dikenal. Periksa alamat pengirim dan akses situs resmi dengan mengetik langsung URL di browser.
Hindari instal aplikasi sembarangan
Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi dan tepercaya.
Gunakan kata sandi kuat
Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, serta aktifkan autentikasi dua faktor.
Jaga data pribadi
Jangan membagikan informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau rekening kepada pihak tidak dikenal. (rdr)






