PASBAR, RADARSUMBAR.COM – Ribuan pengunjung memadati sejumlah destinasi wisata pantai di Pasaman Barat (Pasbar) sejak hari pertama libur Lebaran 1447 Hijriah.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat Afrizal di Simpang Empat, Selasa menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan sejak hari pertama pelaksanaan pesta pantai atau pentas seni pada Minggu (22/3) menunjukkan tren positif.
Untuk destinasi Muaro Sasak, tercatat sekitar 5.000 pengunjung memadati kawasan pantai setiap harinya. “Untuk Muaro Sasak, lebih kurang ada sekitar 5.000 pengunjung.”
“Angka ini dipengaruhi oleh kondisi di lapangan, termasuk perbedaan tiket dibandingkan destinasi lain,” katanya kepada wartawan.
Secara keseluruhan, Pemkab Pasaman Barat juga mencatat jumlah kunjungan di sejumlah destinasi lain, seperti kawasan Pohon Seribu yang mencapai sekitar 7.000 pengunjung dan Sikabau sekitar 6.000 pengunjung per harinya.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, biasanya terjadi lonjakan pengunjung pada hari-hari akhir liburan yakni hai ini. Kunjungan terlihat sangat ramai,” sebutnya.
Dia menyebutkan di pesta pantai menampilkan seni budaya khas daerah, hiburan musik, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami menampilkan seni budaya sebagai identitas daerah, menghadirkan hiburan artis lokal, serta membuka ruang bagi masyarakat melalui gerai UMKM atau “buka lapak”.Selain itu, tersedia juga wahana permainan anak dan penyewaan ATV di kawasan pantai,” jelas Afrizal.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Sekretaris Daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Tujuannya tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Dari sisi keamanan, pelaksanaan kegiatan sejauh ini berlangsung kondusif. Pihak penyelenggara memastikan tidak ditemukan adanya aksi premanisme maupun tindakan kriminal lainnya selama dua hari pelaksanaan.
“Alhamdulillah, tidak ada kita temukan aksi premanisme atau kegiatan negatif lainnya. Semua berjalan aman dan tertib,” tegasnya.
Meski demikian, Afrizal mengakui terdapat kendala kecil di lapangan, seperti laporan anak yang terpisah dari orang tua. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi oleh petugas.
“Memang ada laporan anak hilang karena kelalaian, tapi dalam hitungan menit bisa ditemukan kembali dalam keadaan aman,” ujarnya.
Pemkab juga mengimbau seluruh pengunjung dan panitia untuk tetap menjaga keselamatan, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Pengunjung diingatkan untuk tidak mandi di laut serta menghindari area rawan bahaya. “Keselamatan dan kebersihan menjadi komitmen bersama. Kami juga telah menyiapkan sistem pengelolaan sampah dan akan melakukan penyisiran setiap hari,” katanya.
Dia mengharapkan sektor pariwisata daerah semakin berkembang sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. (rdr/ant)






