Pasukan Marinir Kejar Kelompok Separatis, Bombardir dengan Mortir

Prajurit TNI mencari korban hilang dalam penyerangan KKB. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sejumlah anggota Batalyon Infanteri 5 Marinir/Gurita Cakti (Yonif 5 Marinir/GC) melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota separatis, yang kabur ke tempat persembunyian. Dengan menggunakan mortir, pasukan Marinir menghujani sarang separatis dengan mortir.

Dikutip dari situs resmi Korps Marinir TNI Angkatan Laut, prajurit TNI dari Yonif 5 Marinir menembakkan senjata bantuan (senban) infanteri, untuk menghancurkan sarang kelompok separatis. Kelompok separatis yang bersembunyi di sarangnya, tak bisa mengelak dari searangan mortir 60 mm dan 81 mm. Dihujani ditembakkan mortir, sarang kelompok separatis berhasil dihancurkan.

Sebelum kabur ke tempat persembunyiannya, kelompok separatis tersebut sempat dkejar secara frontal oleh Pasukan Pendarat (Pasrat) Yonif 5 Marinir. Ya, aksi pasukan Yonif 5 Marinir/Gurita Cakti itu merupakan skenario itu terjadi dalam Latihan Satuan Lanjutan (LSL) II Aspek Laut Tahun 2021 di Pusat Latihan Operasi Pertempuran (PLP) Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis 15 September 2021.

Komandan Pasukan Pendarat (Danpasrat) sekaligus Komandan Yonif (Danyonif) 5 Marini/GC, Letkol Mar Widarta Kusuma, menegaskan, seluruh prajurit Yonif 5 Marinir diharuskan mengerti, memahami dan menguasai Senjata Bantuan Infanteri Mortir 60 mm dan 81 mm.

Yonif 5 Marinir/Gurita Cakti adalah satuan Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang dibentuk pada 14 Juli 1962, yang berada di bawah komando Brigade Infanteri (Brigif) 1/Marinir. (viva.co.id)

Exit mobile version