“Debat yang menarik. Ini kegiatan yang perlu didukung oelh semua pihak. Jadikanlah debat ini percontohan untuk nagari lain atau desa lain yang melaksanakan pemilihan wali nagari,” tukuk Alsri Immenedi.
“Banyak warga yang ingin menyaksikan debat ini, namun karena ada pembatasan, maka panitia memutuskan untuk memasang layar agar warga bisa nonton bersama di halaman”, ujar Emilda, perempuan yang pernah menjadi ketua Teater Langkah, Universitas Andalas ini.
Untuk panelis, Panitia Pemilihan menunjuk Zulhendrif Bandaro Labiah (anggota DPRD Agam dapil V), Junaidi Dt Bandaro Gadang, Fitrianos (PJ.walinagari Sariak), Uswan Syafyahya Datuak Sinaro Kayo (mantan Wali Nagari) dan Rusda (tokoh pendidikan dan bundo kanduang).
Mengenai diadakan dan jalannya debat ini para tokoh KAN Nagari Sariak sangat mengapresiasi acara tersebut. Debat calon yang berlangsung hangat itu ditanggapi baik oleh tokoh masyarakat Sariak.
“Saya pikir debat publik ini perlu dan bagus untuk dilaksanakan, karena dengan kegiatan ini akan terlihat mana calon wali nagari yang benar-benar siap menjadi pemimpin,” ujar Junaidi Bandaro Gadang yang menjabat Sekretaris KAN Sariak.
Hari pemungutan suara Pemilihan Wali Nagari Sariak ini akan dilakukan pada tanggal 8 november 2021. Pemilih dibolehkan datang ke TPS pada pukul 7.00 hingga pukul 12:00 WIB. Untuk Nagari Sariak, sebanyak 1618 pemilih akan menentukan pilihan di 4 TPS yang tersebar di 4 dari 7 jorong yang ada di sariak.
Untuk kita ketahui, Pilwanag serentak ini terdapat di 25 nagari yang tersebar di 14 kecamatan di kabupaten Agam. Pada hari pemilihan nanti, pemilih di TPS akan memilih calon wali nagari dengan perangkat e-voting. Perangkat e-voting akan disebar di TPS 1 di jorong Dadok, TPS 2 di Baruah mudiak, TPS 3 di Pasa Kubang Tabek, dan TPS 4 di Pandam.
“Kami berharap setelah cara debat kandidat tadi, pemilih bisa menilai dan menimbang, kemudian menentukan pilihannya nanti di TPS,” tutup Emilda yang juga sudah pernah menjadi penyelenggara Pemilu dan Pilkada ini. (rdr/rel)