PADANG, RADARSUMBAR.COM – Komite Peduli Bencana (KPB) Kota Padang hadir sebagai organisasi kemanusiaan yang fokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kepada masyarakat terdampak. KPB didirikan pada 28 Februari 2018 oleh Zulkifli bersama rekan-rekannya, yang hingga kini menjabat sebagai Ketua, dengan sekretariat berada di Jalan Koto Tinggi, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur.
Organisasi ini lahir sebagai wujud partisipasi masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menekankan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Sebelum membangun KPB, Zulkifli lebih dahulu mendirikan Forum Kelompok Siaga Bencana pada 2011 dan memimpin hingga 2018.
KPB Kota Padang bergerak mandiri dan independen, namun sejak 2020 menjalin sinergi dengan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade, yang dikukuhkan sebagai Pembina. Dukungan ini memperluas jangkauan kegiatan kemanusiaan KPB, termasuk pengadaan satu unit ambulans pada 2023 untuk evakuasi dan pelayanan darurat.
Sejak berdiri, KPB Kota Padang aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan COVID-19, bantuan korban banjir, hingga penanggulangan banjir bandang dan galodo di Sumatera Barat. Organisasi ini memiliki cabang di 11 kecamatan dengan sekitar 25 personel per kecamatan, dan kepengurusan kota yang didukung 30 personel aktif.
Prestasi ketua KPB, Zulkifli, juga mendapat pengakuan resmi dari pemerintah daerah. Pada 2013, ia dianugerahi Warga Kehormatan Kota Padang, ditandai dengan penyematan PIN emas, sebagai penghargaan atas jasa dan dedikasinya di bidang kebencanaan.
Dengan moto “Panggilan Jiwa untuk Membantu Sesama”, KPB Kota Padang berkomitmen terus hadir di garis depan dalam setiap aksi kemanusiaan. (rdr)











