TUAPEJAT, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) optimistis kawasan Geopark Mentawai segera memperoleh pengakuan di tingkat nasional, menyusul proses penilaian yang telah dilakukan oleh tim pusat.
“Mudah-mudahan masuk, karena secara struktur Geopark Mentawai itu sudah terpenuhi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, di Kota Padang, Kamis.
Lila menjelaskan, tim penilai dari pemerintah pusat telah dua kali melakukan kunjungan ke kawasan Kepulauan Mentawai untuk mengidentifikasi serta menilai berbagai potensi dan elemen penting dalam kawasan geopark tersebut.
Sebelum diusulkan ke tingkat nasional, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Pemprov Sumbar telah lebih dahulu menetapkan kawasan Geopark Mentawai atau yang juga dikenal sebagai Geopark Island of Mentawai.
Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berada di lepas pantai barat Sumatera Barat ini terdiri dari pulau-pulau utama, yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.
Secara geologis, kawasan ini terbentuk dari proses tektonik aktif di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menjadikan Mentawai memiliki kekayaan situs geologi (geosite) yang unik, termasuk bentang alam pesisir, pulau-pulau kecil, serta fenomena oseanografi yang menghasilkan ombak kelas dunia.
Dari sisi keanekaragaman hayati, kawasan ini juga dikenal memiliki tingkat endemisitas yang tinggi. Salah satunya Taman Nasional Siberut yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas, termasuk primata endemik.
Mentawai atau yang dijuluki “Bumi Sikerei” juga memiliki ekosistem hutan hujan tropis yang masih relatif terjaga. Kekayaan ini dinilai penting untuk konservasi sekaligus penelitian ilmiah.
Dengan berbagai potensi tersebut, Pemprov Sumbar optimistis Geopark Mentawai segera mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pengakuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. (rdr/ant)












