AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menetapkan status tanggap bencana setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam dan berdampak pada warga serta sejumlah fasilitas pemerintahan.
Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Selasa, mengatakan status tanggap bencana diberlakukan mulai Selasa untuk mempercepat proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan dampak, serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kita turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan terhadap dampak bencana dapat dilakukan secepat mungkin. Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat serta memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak dapat ditangani segera,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia meminta seluruh unsur terkait bergerak bersama dalam penanganan bencana, terutama membantu proses evakuasi, mendata kerusakan dan kebutuhan warga, serta memulihkan akses dan fasilitas umum yang terdampak.
Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, sekitar pukul 19.53 WIB, Senin (21/9), setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Bupati Solok meninjau sejumlah lokasi terdampak bersama Wakil Bupati Solok H. Candra, Pj Sekda Masheri Yanda Boy, jajaran DPRD, BPBD, kepala organisasi perangkat daerah, perangkat nagari, dan unsur terkait lainnya.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy untuk melihat kondisi wilayah terdampak serta penanganan yang dilakukan pemerintah dan petugas di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menyiapkan tenda pengungsian dan posko bencana di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok. Posko tersebut menjadi pusat informasi sekaligus penanganan kebutuhan masyarakat terkait bencana.
Banjir bandang juga berdampak pada sejumlah fasilitas perkantoran pemerintah. Dari sekitar 11 dinas yang terdampak, kerusakan cukup berat terlihat pada sejumlah kantor, di antaranya DPMN, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Barenlitbang, Inspektorat, Pendapatan Daerah, dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok.
Data sementara mencatat enam orang terdampak, dengan satu orang masih dalam pencarian. Sementara empat orang lainnya telah mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Satu orang yang masih belum ditemukan berinisial AG (59). Sementara ML (54), AS (66), dan YN (45) menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan MN (57) mendapat perawatan di SPH Padang.
Jon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan bencana susulan serta mengikuti arahan petugas apabila diminta menjauh dari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi,” katanya.
Pemkab Solok bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk proses evakuasi, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana. (rdr/ant)












