PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (25/9/2026).
BMKG menyebut Siklon Tropis Surge terpantau berada di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot. Kondisi tersebut memicu pertemuan dan penguatan angin di sekitar Laut Filipina hingga Samudera Pasifik.
Selain itu, pusat tekanan rendah terbentuk di pesisir selatan Thailand yang menyebabkan pertemuan dan perlambatan angin memanjang dari Teluk Thailand hingga Kamboja.
Sementara itu, sirkulasi siklonik atau pusaran angin juga terbentuk di Samudera Pasifik utara Papua Nugini. Kondisi tersebut menyebabkan pertemuan angin di sekitar wilayah sirkulasi dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya. BMKG juga mengingatkan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai keberadaan awan hujan atau kumulonimbus di sejumlah wilayah.
Potensi tersebut antara lain terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Riau, Samudera Hindia bagian barat Sumatera, Selat Malaka, Laut Natuna, sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, sebagian kecil Kalimantan Selatan, Sulawesi bagian barat dan tengah.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sekitar Papua, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, serta Samudera Pasifik di utara Papua. Pengguna transportasi udara diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
Prakiraan Kota Besar
Untuk wilayah Sumatera, BMKG memprakirakan potensi hujan disertai petir terjadi di Medan dan Tanjung Pinang. Hujan sedang berpotensi mengguyur Pekanbaru, sedangkan hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Padang, Bengkulu, dan Lampung.
Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Jambi, Pangkalpinang, dan Palembang. Bergeser ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan sedang berpotensi terjadi di Serang.
Kondisi cerah berawan, berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Kupang. Sementara Mataram berpotensi mengalami asap atau kabut.
Untuk Pulau Kalimantan, hujan ringan berpotensi terjadi di Tanjung Selor, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda. Sedangkan Banjarmasin berpotensi mengalami asap atau kabut.
Selanjutnya di Sulawesi, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju dan Palu. Sementara Makassar, Kendari, Gorontalo, dan Manado berpotensi mengalami kondisi berawan hingga berawan tebal.
Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Ambon, Ternate, dan Merauke. Sementara Sorong berpotensi mengalami udara kabur.
Gelombang Laut hingga 4 Meter
Bagi nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut, BMKG memprakirakan angin di wilayah Indonesia pada Jumat umumnya bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.
Masyarakat diminta mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudera Hindia sebelah barat Aceh hingga Lampung serta Samudera Hindia sebelah selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
Masyarakat pesisir juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut. Sebab, terdapat potensi banjir rob di pesisir Sumatera Barat, pesisir Jawa Timur, dan pesisir Kalimantan Tengah. BMKG mengingatkan bahwa meskipun kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal.
Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (rdr)










