JAKARTA, RADARSUMBAR.COM — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) kembali memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Tahun ini, lima tokoh dari berbagai bidang menerima Apresiasi IJTI 2026 dalam rangkaian Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 di Jakarta, Kamis (24/9).
Penganugerahan tersebut menjadi puncak kegiatan yang sebelumnya diawali dengan simposium bertajuk “Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial.”
Forum tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Sejumlah narasumber dari latar belakang jurnalisme, akademisi, dan regulator turut membahas pentingnya menjaga integritas sekaligus memperkuat dampak sosial dari kerja jurnalistik.
Narasumber yang hadir antara lain Anggota KPI Pusat Analisa, Senior IJTI sekaligus Akademisi Universitas Tarumanagara M. Gafar Yoedtadi, Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan, serta jurnalis senior Wens Mangut.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya menjaga integritas jurnalisme serta membangun kolaborasi antar-elemen bangsa untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat bagi masyarakat.
Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan, Apresiasi IJTI 2026 merupakan bentuk pengakuan terhadap dedikasi para tokoh di bidang masing-masing yang dinilai memberikan dampak positif bagi publik.
“Apresiasi ini diberikan kepada mereka yang memiliki kontribusi besar terhadap dunia jurnalisme, khususnya bagi IJTI dan masyarakat. Para penerima penghargaan adalah mereka yang mampu memberikan informasi secara jelas, jernih, terbuka, dan relevan bagi publik melalui kontribusi dan kerja mereka di bidang masing-masing,” ujar Herik.
Lima tokoh yang menerima Apresiasi IJTI 2026 yakni Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan dan Literasi Digital.
Kemudian, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Kapolda Kepulauan Riau, menerima apresiasi sebagai Tokoh Penguatan Ekosistem Jurnalisme dan Keterbukaan Informasi. Selanjutnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Dr. Christian Tobing, S.I.K., S.H., M.H., M.Si., mendapat apresiasi sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menerima penghargaan sebagai Tokoh Penguatan Literasi Informasi dan Transformasi Digital. Sementara itu, penghargaan Tokoh Lifetime Achievement diberikan kepada almarhum Ivan Haris Prikurnia.
Herik menambahkan, kebutuhan terhadap sumber informasi yang kredibel semakin penting di tengah era keterbukaan informasi. Kecepatan arus informasi, menurutnya, perlu diimbangi dengan akurasi dan relevansi informasi yang diterima masyarakat.
“Kita memahami bahwa saat ini kita berada di era keterbukaan, ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan luas. Karena itu, publik membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya dari sumber yang memiliki kompetensi dan otoritas,” katanya.
IJTI berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga penyemangat bagi para penerima untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. “Lebih dari itu, kami berharap apa yang telah dilakukan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut mendorong keterbukaan informasi di Indonesia,” ujar Herik.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima Apresiasi IJTI 2026 dan berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkontribusi bagi perkembangan jurnalisme dan masyarakat Indonesia.
Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya sinergi antara pers, pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
Kolaborasi antarelemen tersebut dinilai penting dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus mendukung upaya merawat demokrasi dan mendorong kemajuan bangsa. (rdr/rel)







