JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Puasa kerap disebut dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi, termasuk pada organ ginjal. Namun, bagaimana sebenarnya proses tersebut terjadi?
Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho, mengatakan puasa memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan berbagai organ, termasuk ginjal.
Salah satu mekanisme yang dinilai berperan adalah terjaganya tekanan darah selama menjalani puasa.
“Banyak studi menunjukkan puasa dapat menurunkan tekanan darah,” kata Pringgodigdo saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, tekanan darah yang tinggi dapat merusak fungsi ginjal. Oleh karena itu, kondisi tekanan darah yang lebih stabil selama puasa dapat membantu menjaga kesehatan organ tersebut.
“Tekanan darah yang tinggi bisa merusak ginjal. Jadi akhirnya puasa juga baik untuk ginjal,” ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan tidak ada tanda khusus yang dapat menunjukkan apakah proses detoksifikasi ginjal melalui puasa berjalan berhasil atau tidak.
Menurutnya, kerusakan ginjal pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala.
“Tidak ada tanda khusus. Penyakit ginjal yang masih ringan biasanya memang belum menimbulkan gejala,” jelasnya.
Meski begitu, puasa dapat mendorong seseorang menjalani gaya hidup yang lebih sehat, misalnya dengan menjaga pola makan dan mengontrol tekanan darah, yang pada akhirnya turut mendukung kesehatan ginjal. (rdr/dtk)






