TANAH DATAR

Sempat Hilang, Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Danau Singkarak Ditemukan Meninggal

×

Sempat Hilang, Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Danau Singkarak Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Evakuasi bocah tujuh tahun yang hanyut di danau singkarak. (dok. istimewa)
Evakuasi bocah tujuh tahun yang hanyut di danau singkarak. (dok. istimewa)

SINGKARAK, RADARSUMBAR.COM — Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Fauzan ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Danau Singkarak, kawasan Tangah XX Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Senin (23/3/2026).

Informasi kejadian pertama kali diterima dari Camat Batipuh Selatan, Muhammad Assa’ad, sekitar pukul 13.10 WIB. Korban dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi di pinggiran Danau Singkarak sekitar pukul 12.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Tanah Datar berjumlah enam personel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 13.30 WIB. Jarak tempuh darat menuju lokasi sekitar 50 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan 60 menit.

Tim SAR tiba di lokasi kejadian pada pukul 15.50 WIB dan segera melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan. Setelah melakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.10 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga  Korban Kapal Wisata Tenggelam di Bengkulu Bertambah jadi 8 Orang, Akses ke Pulau Tikus Ditutup

Korban ditemukan di koordinat sekitar lokasi kejadian dengan metode pencarian menggunakan jaring, setelah tim mencurigai titik tertentu di perairan.

Selanjutnya, pada pukul 17.15 WIB, korban langsung dievakuasi ke RSUD Padang Panjang. Operasi SAR kemudian resmi ditutup setelah dilakukan debriefing pada pukul 17.25 WIB, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, Brimob, Polsek Batipuh Selatan, Koramil Batipuh, Puskesmas Batipuh, Potensi SAR Padang Panjang, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue car, perahu karet (LCR), alat komunikasi, life jacket, serta perlengkapan medis.

Pihak SAR mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di area perairan guna mencegah kejadian serupa. (rdr)