HEADLINELIGA 2

Delapan Save Ikram Al Giffari di Laga Kontra PSIS, Tembok Kabau Sirah Baru Runtuh pada Menit 89

×

Delapan Save Ikram Al Giffari di Laga Kontra PSIS, Tembok Kabau Sirah Baru Runtuh pada Menit 89

Sebarkan artikel ini
Kiper Semen Padang FC Ikram Al Giffari. (dok. MO SPFC)
Kiper Semen Padang FC Ikram Al Giffari. (dok. MO SPFC)

BEKASI, RADARSUMBAR.COM — Kalau bukan karena Ikram Al Giffari, gawang Semen Padang FC mungkin sudah banyak bergetar. Kiper muda Kabau Sirah itu tampil gemilang dengan mencatatkan delapan penyelamatan saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam.

Ikram tampil penuh selama 90 menit dan menjadi pemain yang paling sibuk di bawah mistar Kabau Sirah. Berkali-kali PSIS datang dengan tekanan dan melepaskan tembakan ke arah gawang, namun Ikram mampu menggagalkannya.

PSIS memang tampil agresif sejak awal pertandingan. Laskar Mahesa Jenar menguasai 53 persen permainan, sedangkan Semen Padang FC 47 persen. Dominasi itu juga terlihat dari jumlah peluang. PSIS melepaskan 12 tembakan, dengan delapan di antaranya tepat sasaran.

Dari delapan tembakan yang mengarah ke gawang tersebut, Ikram tampil sigap dan mencatatkan delapan save. Penyelamatan demi penyelamatan yang dilakukan Ikram menjadi alasan gawang Semen Padang FC tetap aman begitu lama.

Baca Juga  Andre Rosiade Usul Layanan Haji RI Naik Kelas, dari D Menjadi C-Plus

Kiper muda tersebut menunjukkan refleks dan konsentrasi tinggi ketika barisan pertahanan Kabau Sirah mendapat tekanan. Situasi itu membuat Semen Padang FC mampu mempertahankan keunggulannya hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Ikram bahkan nyaris menyempurnakan penampilannya dengan clean sheet. Namun, harapan tersebut buyar pada menit ke-89. Penyerang veteran PSIS, Hari Nur Yulianto, akhirnya mampu menaklukkan Ikram dan mencetak gol penyama kedudukan.

Skor berubah menjadi 1-1 hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Gol tersebut menjadi satu-satunya bola yang berhasil melewati penjagaan Ikram sepanjang pertandingan. Artinya, dari delapan tembakan tepat sasaran PSIS, tujuh berhasil digagalkan Ikram sebelum akhirnya satu peluang berbuah gol.

Sementara itu, Semen Padang FC hanya mampu menghasilkan 11 tembakan sepanjang laga, dengan empat di antaranya tepat sasaran. Kabau Sirah juga kalah dalam penguasaan bola serta jumlah peluang, sehingga kerja keras Ikram menjadi sangat krusial.

Baca Juga  Mandi Bersama Teman, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Air Tawar

PSIS tercatat melakukan 339 umpan sukses dengan akurasi umpan mencapai 89 persen. Mereka juga memperoleh lima sepak pojok, sementara Semen Padang FC mendapatkan empat. Namun, angka-angka tersebut tidak mengubah fakta bahwa Ikram menjadi tembok utama Semen Padang FC sepanjang pertandingan.

Delapan penyelamatan membuat Kabau Sirah tetap berada dalam posisi unggul sampai menit ke-89. Hanya satu peluang yang akhirnya lolos dan mengubah kemenangan di depan mata menjadi hasil imbang. Semen Padang FC pun harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah laga berakhir 1-1.

Bagi Ikram, kegagalan mempertahankan clean sheet tentu menjadi catatan. Tetapi delapan penyelamatan yang dibuatnya menunjukkan betapa vital perannya dalam pertandingan tersebut. Tembok Kabau Sirah memang akhirnya runtuh di menit ke-89. Tetapi sebelum itu, Ikram Al Giffari sudah delapan kali mengatakan “tidak” kepada serangan PSIS. (rdr)