BERITA

Kemkomdigi Dorong Kampung Internet untuk Percepat Transformasi Digital Desa

×

Kemkomdigi Dorong Kampung Internet untuk Percepat Transformasi Digital Desa

Sebarkan artikel ini
Optimalisasi jaringan internet. (dok. istimewa)
Optimalisasi jaringan internet. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan Program Kampung Internet dirancang untuk mewujudkan visi digital Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.

Hal tersebut disampaikan Alfreno dalam media briefing saat kunjungan jurnalistik Komdigi ke sejumlah lokasi Program Kampung Internet di Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (21/4/2026).

“Arah ini menjadi kompas hingga 2029 untuk memastikan seluruh masyarakat tersambung dengan akses merata, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, serta menjaga ruang digital yang aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan menyediakan akses internet inklusif dan stabil hingga ke pelosok desa, dengan menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah tangga, serta fasilitas umum.

Baca Juga  Wah! Ada Pelatihan Penguatan Sejarah untuk Anak-Kemenakan di Bukittinggi

“Fokus akses ditujukan pada UMKM, rumah tangga, dan fasilitas umum di desa yang memiliki kapasitas penarikan kabel fiber optik,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Komdigi juga menekankan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan teknis dan penyerapan tenaga kerja lokal di sektor telekomunikasi.

Pelatihan tersebut, antara lain, ditujukan bagi siswa SMK untuk perakitan jaringan fiber optik dan penanganan gangguan teknis dasar. Selain itu, tersedia Telcohub sebagai wadah penyerapan tenaga kerja, sehingga teknisi yang direkrut penyedia layanan internet (ISP) berasal dari tenaga lokal.

Hingga 2025, program ini telah membangun 1.282 titik akses di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan enam provinsi, termasuk NTB.

Baca Juga  Kemkomdigi Rancang Regulasi Turunan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Alfreno menambahkan, meskipun konektivitas seluler di Indonesia telah menjangkau lebih dari 80 persen wilayah, program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas jaringan melalui fiber optik yang lebih stabil.

Manfaat program ini, lanjutnya, telah dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti kemudahan akses bagi pelaku UMKM serta dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar.

“Anak-anak sekolah kini lebih mudah mengakses konten edukasi di fasilitas umum,” ujarnya.

Program Kampung Internet juga mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, termasuk penetrasi broadband rumah tangga sebesar 50 persen, jangkauan fiber optik di 90 persen kecamatan, serta kecepatan internet hingga 100 Mbps pada 2029. (rdr)