HEADLINESEPAKBOLA

Andre Rosiade Ungkap Rencana Besar Stadion Haji Agus Salim dan Tantangan Berat Semen Padang FC di Liga 2

×

Andre Rosiade Ungkap Rencana Besar Stadion Haji Agus Salim dan Tantangan Berat Semen Padang FC di Liga 2

Sebarkan artikel ini
Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. (Foto: Ist)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, membeberkan kondisi Stadion Haji Agus Salim sekaligus rencana besar renovasi serta tantangan finansial yang akan dihadapi tim setelah terdegradasi ke Liga 2.

Andre mengungkapkan bahwa stadion kebanggaan masyarakat Kota Padang, Stadion Haji Agus Salim, sebelumnya tidak lolos verifikasi Liga 1 sehingga membutuhkan berbagai perbaikan.

Dalam video yang diposting di media sosialnya pada Senin (4/5/2026) malam, dia menyebut sejumlah pembenahan yang dilakukan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari BUMN.

Menurutnya, perbaikan fasilitas seperti jogging track, videotron, hingga LED di pinggir lapangan dilakukan melalui bantuan pihak ketiga. Ia mengaku secara langsung meminta dukungan dari Hutama Karya untuk membantu pembenahan stadion.

“Jogging track yang dipakai ribuan orang setiap hari itu diperbaiki, videotron besar juga dibantu, termasuk LED di pinggir lapangan. Di luar itu, pengecatan dan perapian juga menggunakan dana Semen Padang FC,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Pemain Baru Semen Padang FC 'Unjuk Skill' pada Laga Ujicoba di Jakarta

Ia menegaskan bahwa upaya tersebut dilakukan agar stadion bisa digunakan dan memenuhi standar verifikasi Liga 1. Ke depan, Andre menyebut stadion akan direnovasi total dengan kapasitas sekitar 12.000 hingga 13.000 kursi single seat.

Saat ini, proses lelang proyek renovasi disebut sudah berjalan dan diharapkan segera menemukan pemenang tender. Ia optimistis proyek tersebut bisa segera dimulai setelah kompetisi musim ini berakhir.

“Insyaallah bulan Mei ini ada pemenangnya. Juni-Juli sudah bisa dikosongkan dan mulai dibangun, dengan target selesai sekitar satu tahun,” katanya.

Andre juga menyebut bahwa proyek ini telah mendapatkan dukungan pemerintah pusat, termasuk alokasi anggaran dari APBN setelah dirinya melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

Meski demikian, di tengah rencana pembangunan stadion, Andre tidak menutup mata terhadap kondisi tim yang kini harus menerima kenyataan bermain di Liga 2 musim depan.

Ia mengakui situasi ini berat bagi semua pihak, termasuk dirinya sebagai suporter. “Nasi sudah jadi bubur. Semua orang sedih, saya juga sedih,” ucapnya.

Baca Juga  Regulasi 12 Besar Liga 2 Tuai Kritik, Ini Tanggapan CEO Semen Padang FC

Ia kemudian menyoroti tantangan terbesar yang akan dihadapi Semen Padang FC, yakni persoalan pendanaan. Menurutnya, PT Semen Padang sebagai pemilik klub diperkirakan akan kesulitan membiayai tim di Liga 2.

Andre memprediksi bahwa klub akan bergantung pada dukungan dari holding perusahaan, yakni Semen Indonesia Group. Namun, proses pencairan dana dari BUMN disebut tidak mudah karena harus melalui berbagai tahapan persetujuan.

Ia memperkirakan dana yang mungkin tersedia tidak akan mencukupi kebutuhan tim, sementara untuk bersaing dan menargetkan juara Liga 2 dibutuhkan anggaran minimal Rp25 miliar.

“Berapa yang bisa disediakan? Mungkin sekitar Rp10 miliar. Ujung-ujungnya nanti saya lagi yang diminta membantu,” ujarnya.

Pernyataan Andre ini menggambarkan bahwa di balik rencana besar pembangunan stadion, Semen Padang FC masih menghadapi tantangan serius, terutama dari sisi finansial, dalam upaya bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (rdr)