PADANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai inovasi yang diklaim berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan sepanjang 2025 pemerintah daerah fokus membangun ekosistem halal dan memperluas implementasi ekonomi syariah di berbagai sektor.
“Sepanjang 2025 Pemerintah Provinsi Sumbar terus mengembangkan ekosistem halal dan ekonomi syariah melalui berbagai inovasi,” kata Mahyeldi di Padang, Senin.
Ia menjelaskan penguatan tersebut didukung terbitnya Peraturan Gubernur Sumbar Nomor 4 Tahun 2025 tentang rencana kerja pemerintah daerah dan rencana aksi pengembangan ekonomi serta keuangan syariah.
Salah satu program unggulan yang dijalankan yakni penetapan kawasan Halal Lifestyle di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebagai pusat pembelajaran ekonomi syariah dan pembinaan generasi muda.
Di sektor pariwisata, Sumbar juga mencatat perkembangan positif sebagai destinasi wisata halal nasional. Saat ini provinsi tersebut memiliki 566 desa wisata dan masuk tiga besar destinasi wisata halal terbaik di Indonesia.
“Peningkatan kunjungan wisatawan terus terjadi seiring penguatan wisata halal dan budaya di Sumatera Barat,” ujarnya.
Pada sektor keuangan, tingkat inklusi keuangan syariah di Sumbar pada 2025 mencapai 92,14 persen.
Selain itu, unit usaha syariah Bank Nagari juga mencatat pertumbuhan signifikan dari sisi pembiayaan maupun dana pihak ketiga dengan dukungan lima kantor cabang dan 123 layanan syariah lainnya.
Mahyeldi menambahkan pemerintah daerah saat ini juga tengah mempersiapkan penerbitan sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.
“Penerbitan sukuk ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” katanya.
Selain itu, Sumbar terus memperkuat literasi ekonomi syariah melalui seminar Wakaf Internasional, World Islamic Entrepreneur Summit, program sertifikasi halal gratis, hingga digitalisasi transaksi berbasis QRIS syariah di masjid dan UMKM.
“Penguatan ekonomi syariah menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah sekaligus penguatan identitas adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah,” ujar Mahyeldi. (rdr/ant)












