NASIONAL

Abu Janda Sebut Sumbar Intoleran, DPP IKM Siapkan Langkah Hukum

×

Abu Janda Sebut Sumbar Intoleran, DPP IKM Siapkan Langkah Hukum

Sebarkan artikel ini
Braditi Moulevey. (dok. istimewa)
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo. (Foto: Ist)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pernyataan Pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda kembali memicu polemik publik.

Dalam sebuah forum, ia menyinggung sejumlah provinsi di Indonesia sebagai wilayah dengan sentimen anti-Kristen dan kasus intoleransi yang tinggi, termasuk Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut langsung menuai respons keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM), Braditi Moulevey Rajo Mudo.

Tokoh perantau Minang yang akrab disapa Levi itu menilai ucapan Abu Janda tidak bijak dan berpotensi memicu perpecahan antarumat beragama.

Dalam forum tersebut, Abu Janda menyebut kasus intoleransi dalam tiga tahun terakhir banyak terjadi di wilayah Indonesia bagian barat.

“Tiga tahun terakhir ini, kristen fobia atau sentimen anti-Kristen lumayan parah di negara kita. Tidak di semua wilayah, wilayah tengah dan timur lumayan kondusif.”

“Banyak kasus intoleransi itu terjadi di WIB seperti Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara,” ujar Abu Janda.

Ia juga menyinggung Sumbar dengan menyebut adanya unsur “barbar” dalam pernyataannya.
“Nah itu yang satu di Jabar satu lagi di Sumbar, saya gak tahu nih yang ada barbar-nya ini. Saya juga aneh, yang ada barbar-nya kok banyak yang barbar gitu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Levi menegaskan tudingan yang diarahkan kepada Sumbar merupakan kekeliruan besar.

Baca Juga  24 Satker ATR/BPN Terima Predikat WBK, Menteri Nusron Imbau untuk Jaga Kualitas Layanan

Menurutnya, masyarakat Minang selama ini hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati perbedaan agama dan latar belakang.

“Saya pikir apa yang ia sampaikan tidak bijak dan kurang pantas. Menyebut Sumbar kristen fobia atau tidak memiliki toleransi terhadap umat non-muslim adalah sebuah kekeliruan besar,” kata Levi dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Levi mengatakan budaya toleransi telah tumbuh lama di Ranah Minang dan tidak bisa disimpulkan hanya dari opini sepihak.

“Saya lahir dan besar di Padang. Saya sangat meyakini masyarakat kita memiliki budaya toleransi yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seseorang memahami karakter suatu daerah sebelum melontarkan penilaian yang berpotensi menimbulkan stigma negatif.

Menurut Levi, sejarah bangsa Indonesia juga mencatat banyak tokoh besar asal Minangkabau yang berkontribusi terhadap lahirnya bangsa dan dasar negara Indonesia.

Dia menyebut nama-nama seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Sjafruddin Prawiranegara, Tan Malaka, Agus Salim hingga Mohammad Natsir.

Levi menegaskan, Bung Hatta memiliki peran penting dalam perubahan sila pertama Pancasila menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Selain itu, ulama Minang Syeikh Abbas Abdullah juga disebut pernah menyarankan kepada Sukarno agar dasar negara Indonesia didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Jadi jangan langsung mengecap Sumbar itu intoleran. Begitu juga dengan sejumlah daerah lain yang dia sebutkan.”

“Saya rasa itu tidak elok dan tak arif untuk disampaikan karena bisa menimbulkan perpecahan antarumat beragama,” ujarnya.

Baca Juga  Ketum IKM Andre Rosiade bakal ke Wamena Bantu Perantau Minang yang Mengungsi

Tak hanya menyampaikan kecaman, DPP IKM juga mulai mengambil langkah serius menyikapi pernyataan tersebut.

Levi menyebut tim hukum DPP IKM tengah mempelajari ucapan Abu Janda dan mengumpulkan bukti untuk mempertimbangkan langkah hukum.

“Menyikapi pernyataan dari Permadi Arya alias Abu Janda, DPP IKM melalui tim hukum tengah mempelajari pernyataan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti konkret untuk mempertimbangkan langkah hukum,” katanya.

Levi menilai ucapan Abu Janda berpotensi menimbulkan kegaduhan dan gesekan sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan Sumbar merupakan daerah yang terbuka terhadap siapa saja tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

“Saya bisa pastikan dan tegaskan, sebagai orang yang lahir dan besar di Padang, pernyataan Abu Janda soal Sumbar intoleran adalah menyesatkan dan tidak bisa dipercaya.”

“Justru sebaliknya, kami sangat menerima siapa pun yang datang ke provinsi ini tanpa melihat latar belakang dan agama yang dianut,” tuturnya.

DPP IKM juga mengimbau masyarakat Minang di manapun berada agar menahan diri dan tidak terpancing emosi.

“Kami mengimbau masyarakat Minang di manapun berada agar menahan diri dan tidak terpancing tindakan anarkis. Kita akan mengambil langkah hukum,” ujar Levi.

Pernyataan Pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda kembali memicu polemik publik. (rdr)