HEADLINESUMBAR

BMKG Keluarkan Peringatan, Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Malam Ini

×

BMKG Keluarkan Peringatan, Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Malam Ini

Sebarkan artikel ini
ilustrasi hujan deras. (dok. pixabay)
ilustrasi hujan deras. (dok. pixabay)

PADANG, RADARSUMBAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Sumatra Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada malam hari ini, Jumat (19/6/2026).

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Meski cuaca pada pagi hingga siang hari terpantau relatif aman dengan kondisi dominan berawan, ancaman cuaca ekstrem diperkirakan meningkat menjelang malam seiring akumulasi curah hujan berintensitas sedang hingga lebat.

Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, suhu udara pada pagi hingga siang hari berkisar antara 26 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 70 hingga 87 persen dan potensi hujan yang masih rendah.

Memasuki sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, hujan lokal dengan intensitas ringan diperkirakan mulai terjadi di sejumlah wilayah.

Suhu udara berada pada kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 85 persen dan peluang hujan sekitar 25 persen.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Berbagai Wilayah Indonesia Senin Ini

Sementara itu, pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat akan melanda sebagian besar wilayah Sumatra Barat.

Suhu udara diperkirakan turun menjadi 23 hingga 24 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen dan peluang hujan berkisar antara 50 hingga 60 persen.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi geografis Sumatra Barat yang didominasi perbukitan, lereng curam, dan aliran sungai aktif dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir bandang maupun longsor saat hujan deras berlangsung.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta mengenali tanda-tanda awal terjadinya banjir bandang, seperti perubahan warna air sungai yang tiba-tiba menjadi cokelat pekat dan berlumpur.

Penurunan debit air secara drastis di bagian hilir akibat kemungkinan sumbatan material longsor di hulu, serta munculnya suara gemuruh dari arah perbukitan atau aliran sungai ketika hujan deras mulai turun.

Kewaspadaan khusus diarahkan kepada warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, serta masyarakat yang tinggal di kawasan lereng perbukitan di wilayah Bukittinggi dan Tanah Datar.

Baca Juga  Pemprov Sumbar dan Forkopimda Gelar Diskusi Bahas Stabilitas Pangan dan Pengendalian Inflasi

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi akibat kondisi topografi dan potensi erosi lahan.

Seiring meningkatnya potensi hujan pada malam hari, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah kesiapsiagaan mandiri.

Warga diminta mengamankan dokumen penting, obat-obatan, serta perlengkapan darurat ke dalam tas siaga bencana yang mudah dijangkau.

Selain itu, masyarakat di sekitar daerah aliran sungai diharapkan memantau perkembangan debit air secara berkala dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila mendengar suara gemuruh dari arah hulu atau melihat tanda-tanda air sungai mulai meluap.

Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BPBD setempat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana saat puncak hujan berlangsung malam nanti. (rdr)