JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya merespons peringatan dini tsunami secara cepat untuk meminimalkan risiko korban.
“Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami,” kata Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) BMKG Rahmat Triyono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Rahmat secara khusus mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir agar segera melakukan evakuasi ketika merasakan guncangan gempa kuat atau memperoleh peringatan mengenai potensi tsunami.
Ia menjelaskan, saat gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026, BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami dalam waktu 2 menit 16 detik setelah gempa utama terjadi.
Pusat gempa saat itu berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Menurut Rahmat, gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Hasil pengamatan muka air laut melalui 16 stasiun tsunami gauge BMKG di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) kemudian mencatat kenaikan muka air laut akibat tsunami di sejumlah titik.
Gelombang tsunami tercatat setinggi 1,60 meter di Pota, 1,61 meter di Reo, 0,54 meter di Bulukumba, 0,40 meter di Selayar, dan 0,56 meter di Sape.
Selain itu, survei lapangan BMKG menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores dengan tinggi run-up tertinggi mencapai 2,68 meter di Desa Selama. Tsunami tersebut merusak 23 rumah, termasuk dua rumah yang tersapu tsunami di desa tersebut.
Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa akibat tsunami tersebut karena masyarakat segera melakukan evakuasi setelah menerima peringatan dini.
Sejalan dengan itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan tsunami untuk tidak hanya mengandalkan informasi peringatan dini, tetapi juga memahami jalur evakuasi dan melakukan evakuasi mandiri ketika kondisi mengharuskan. (rdr/ant)












