PADANG PARIAMAN

Empat Titik Longsor Putus Akses Jalan di Padang Pariaman, Pemkab Prioritaskan Penanganan

×

Empat Titik Longsor Putus Akses Jalan di Padang Pariaman, Pemkab Prioritaskan Penanganan

Sebarkan artikel ini
Longsor di Padang Pariaman akibat intensitas hujan yang tinggi. (dok. istimewa)
Longsor di Padang Pariaman akibat intensitas hujan yang tinggi. (dok. istimewa)

PARIK MALINTANG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman memprioritaskan penanganan empat titik longsor yang memutus akses transportasi warga akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat mempercepat penanganan bencana dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh perangkat daerah kami minta meningkatkan koordinasi guna mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi,” kata John Kenedy Azis, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan telah menginstruksikan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta menggandeng TNI-Polri untuk mempercepat penanganan di lapangan agar akses masyarakat kembali normal.

Empat titik longsor yang menjadi prioritas penanganan berada di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur; Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak; Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak; serta Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Perhiasan Rp185 Juta Ditangkap, Sempat Acungkan Sajam Saat Digerebek

Di Korong Kampuang Parit, material longsor menutup badan jalan sehingga akses menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago tidak dapat dilalui kendaraan. BPBD bersama pemerintah nagari dan Dinas PUPR telah berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat guna membersihkan material longsor.

Sementara itu, longsor di Korong Simpang Puruik dan Korong Tanjung Balik juga menutup badan jalan menuju sejumlah nagari sehingga masih dalam proses penanganan.

Kerusakan paling parah terjadi di Korong Sungai Pingai. Badan jalan di lokasi tersebut terban sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga kendaraan sama sekali tidak dapat melintas.

Untuk lokasi tersebut, Pemkab Padang Pariaman tidak hanya menyiapkan penanganan darurat, tetapi juga melakukan kajian teknis bersama instansi terkait guna menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pembangunan trase jalan baru agar akses masyarakat kembali aman.

Baca Juga  Pemkab Pasaman Barat Imbau Masyarakat di Pinggir Aliran Sungai Waspada Banjir

Hingga Senin malam, pemerintah daerah memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, kebutuhan alat berat masih menjadi prioritas untuk mempercepat pembersihan material longsor dan penanganan jalan yang terban.

Selain longsor, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan mengganggu akses lalu lintas di beberapa lokasi.

Bupati mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan rawan longsor, dekat pepohonan, maupun daerah rawan banjir agar tetap waspada karena BMKG masih memprediksi potensi hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi. Kami memastikan seluruh jajaran tetap siaga melakukan penanganan hingga kondisi di wilayah terdampak kembali pulih,” tutupnya. (rdr/ant)