BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Olahraga padel mulai menunjukkan geliat di Sumatera Barat. Hal ini ditandai dengan diresmikannya lapangan padel pertama di Kota Bukittinggi oleh Koperasi Saudagar Minang Raya (KSMR), Sabtu (4/4/2026).
Fasilitas olahraga modern tersebut dibangun di kawasan Makodim 0304/Agam di atas lahan seluas 1.100 meter persegi dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 miliar.
Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut kehadiran lapangan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan cabang olahraga baru di daerah.
Menurutnya, saat ini KONI Sumbar masih menunggu Surat Keputusan (SK) kepengurusan Padel Indonesia tingkat Sumbar sebagai bagian dari legalitas organisasi.
“Dengan adanya fasilitas seperti ini, pembinaan atlet bisa segera dilakukan dan ke depan kita harapkan lahir atlet padel berprestasi dari Sumbar,” ujarnya.
Hamdanus menambahkan, KONI Sumbar bersama KONI kabupaten/kota tengah mempersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Namun demikian, ia memastikan cabang olahraga padel belum bisa dipertandingkan pada Porprov kali ini. “Pada Porprov kali ini, padel sudah pasti tidak bisa dipertandingkan.”
“Kita berharap di Porprov berikutnya cabor ini bisa berpartisipasi. Untuk itu kita mengimbau federasi padel Sumbar terus membenahi dan menyempurnakan organisasi,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi langkah KSMR yang telah menghadirkan fasilitas olahraga padel di Bukittinggi. Kehadiran lapangan ini diharapkan dapat memicu pembangunan fasilitas serupa di daerah lain sehingga olahraga padel semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Selain itu, keberadaan lapangan padel dinilai membuka peluang pengembangan konsep sport tourism di Bukittinggi dengan memadukan olahraga modern dan potensi wisata alam serta budaya yang telah dikenal luas.
Sebagai informasi, padel merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash. Permainan ini dimainkan secara ganda di lapangan berukuran lebih kecil dari tenis dan dikelilingi dinding kaca yang dapat dimanfaatkan dalam permainan.
Padel menggunakan raket tanpa senar (solid racket) serta bola yang mirip bola tenis namun bertekanan lebih rendah. Olahraga ini relatif mudah dipelajari, sehingga berkembang pesat di berbagai negara dan mulai diminati di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.
Dengan dukungan fasilitas seperti yang dibangun KSMR di Bukittinggi, pertumbuhan padel diharapkan semakin cepat, baik di tingkat daerah maupun nasional. (rdr)












