JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah menambah alokasi 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium untuk menjaga stabilitas harga beras selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan tambahan beras SPHP tersebut akan disalurkan secara bertahap pada Oktober, November, dan Desember 2026.
“Kita tambah lagi tadi 1 juta ton SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12.500 per kilogram,” kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin.
Menurut Zulhas, kondisi musim kemarau tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir tidak ada hujan di sejumlah wilayah sehingga banyak petani tidak dapat menanam padi pada periode gadu atau masa paceklik.
Kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan pasokan beras dari petani. Mekanisme permintaan dan penawaran kemudian mendorong kenaikan harga beras di sejumlah daerah, meski kenaikannya masih berada di kisaran Rp100-Rp200 per kilogram.
Untuk meredam kenaikan harga, pemerintah memutuskan menambah pasokan beras SPHP medium agar ketersediaan beras bersubsidi di pasar meningkat.
Zulhas menjelaskan alokasi beras SPHP medium yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 828 ribu ton untuk 2026 kini hampir habis. Setelah disalurkan kepada masyarakat, stok tersebut tersisa sekitar 80 ribu ton.
Pemerintah kemudian menyetujui tambahan 1 juta ton beras SPHP yang akan disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun.
Beras SPHP akan dipasarkan sesuai harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan zonasi. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperoleh akses terhadap beras dengan harga terjangkau.
Zulhas mengatakan tambahan pasokan tersebut akan memperkuat upaya pemerintah bersama Kementerian Pertanian dan Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasokan beras selama masa paceklik nasional.
Pemerintah berharap tambahan 1 juta ton beras SPHP dapat menahan kenaikan harga, menjaga stabilitas pasokan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat hingga memasuki musim panen berikutnya.
Adapun HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.
Untuk zona 2 yang meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, serta Kalimantan, HET ditetapkan Rp13.100 per kilogram.
Sementara itu, HET untuk zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua ditetapkan Rp13.500 per kilogram.
Bulog Sempat Usulkan Tambahan 400 Ribu Ton
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya sebelumnya mengusulkan tambahan alokasi 400 ribu ton beras SPHP untuk mengantisipasi kebutuhan hingga akhir tahun.
Rizal mengatakan stok beras SPHP di gudang Bulog saat ini tersisa sekitar 100 ribu ton. Tambahan pasokan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember, termasuk menghadapi momentum hari besar keagamaan.
Menurut dia, pemerintah kemudian menyetujui tambahan alokasi yang lebih besar, yakni 1 juta ton beras SPHP.
“Nah, kami ajukan lebih kurang 400 ribu ton, malah didukung oleh pemerintah 1 juta ton. Ini luar biasa support dari pemerintah kepada Bulog dan untuk rakyat perhatian luar biasa. Nah, jadi totalnya 1 juta ton ke depan,” kata Rizal. (rdr/ant)











