BERITA

52 Armada Udara Dikerahkan Tangani Karhutla di Enam Provinsi

×

52 Armada Udara Dikerahkan Tangani Karhutla di Enam Provinsi

Sebarkan artikel ini
Petugas terus berupaya melakukan penanganan Karhutla di Kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Antaranews)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah mengerahkan 52 armada udara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan hingga Jumat (21/8/2026).

Dikutip dari situs Kementerian Sekretariat Negara (setneg.go.id), armada tersebut digunakan untuk mendukung patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemadaman melalui udara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat siang.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” tulis Teddy.

Baca Juga  Braditi Moulevey: Tolong Dievaluasi Izin Konser Coldplay!

Selain lima pesawat tersebut, TNI AU menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan kondisi di lapangan.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, sebanyak 52 armada udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Keenam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” lanjut Teddy.

Armada yang beroperasi di Kalimantan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter yang digunakan untuk patroli udara, OMC, serta pemboman air di lokasi kebakaran.

Baca Juga  BKSDA Sumbar Upayakan Asuransi Berikan Santunan untuk Korban Erupsi Marapi

Operasi udara dilakukan secara intensif untuk membantu personel di darat menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses sekaligus mempercepat pengendalian api.

Pada Kamis hingga Jumat (20-21/8/2026), armada BNPB bersama TNI juga melakukan pemboman air di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.

Penambahan armada tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat respons terhadap kemunculan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Selain mendukung pemadaman, operasi udara ditujukan untuk mengurangi dampak kabut asap, melindungi keselamatan masyarakat, serta menekan kerusakan lingkungan akibat karhutla.

Pemerintah akan terus menyesuaikan pengerahan personel dan armada berdasarkan perkembangan titik kebakaran serta kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah. (rdr)