NASIONAL

Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Penanganan Dampak Gempa M 7,6 di Bitung

×

Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Penanganan Dampak Gempa M 7,6 di Bitung

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari (kanan) bersama Wali Kota Bitung, Hengky Honandar (baju kotak-kotak) saat meninjau talud yang rusak mengenai rumah warga setelah diguncang gempabumi M 7,6 di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026). (dok. BNPB)
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari (kanan) bersama Wali Kota Bitung, Hengky Honandar (baju kotak-kotak) saat meninjau talud yang rusak mengenai rumah warga setelah diguncang gempabumi M 7,6 di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026). (dok. BNPB)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Kolaborasi lintas sektor tersebut terus diperkuat guna memastikan respons darurat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan langsung di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Jumat (3/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat asesmen kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bersama Plt. Inspektur III BNPB, Kombes Pol. Deden Nurhidayatullah, hadir di lokasi dan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Bitung serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Keterpaduan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat penanganan darurat.

Baca Juga  Agar Penanganannya Cepat, BNPB Minta Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan Sedini Mungkin

Sesuai arahan Presiden RI, dukungan pemerintah pusat tidak hanya berupa pemantauan, tetapi juga mencakup penyediaan logistik permakanan dan nonpermakanan, peralatan kebencanaan, pengerahan personel, hingga dukungan anggaran darurat.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan secara terintegrasi dengan kebutuhan yang dihimpun oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat 41 bangunan mengalami kerusakan. Pemerintah Kota Bitung terus melakukan pendataan lanjutan sebagai dasar penentuan intervensi yang tepat sasaran.

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, mengapresiasi kehadiran dan dukungan BNPB yang dinilai memperkuat kapasitas daerah dalam merespons bencana.

“Kami memberikan apresiasi kepada BNPB yang hadir langsung di Kota Bitung untuk meninjau dampak bencana yang baru saja terjadi,” ujar Hengky.

Baca Juga  BNPB: Waspada Banjir Seiring Peralihan Cuaca ke Musim Hujan

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memastikan setiap kebutuhan di lapangan dapat segera dipenuhi.

“Sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan BNPB pusat. Apabila terdapat kebutuhan dukungan tambahan, akan segera kami sampaikan kepada pemerintah pusat,” kata dia.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

BNPB dan Pemerintah Kota Bitung berkomitmen memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang optimal, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti arahan resmi pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama dalam meminimalkan risiko bencana. (rdr/infopublik)