Ada Tawaran Investasi di Aplikasi Telegram, Hati-hati Investasi Bodong!

"Yang kita dimasukan ke dalam satu grup, dimasukan grup yang menawarkan investasi dan anehnya di setiap grup itu ribuan follower"

Ilustrasi investasi bodong. (net)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Belakangan tawaran investasi menjamur di channel telegram hingga situs web. Usut punya usut tawaran tersebut merupakan perangkap dari investasi bodong.

“Kemudian sekarang ini kita cermati juga di telegram banyak masyarakat kita terjebak investasi dengan telegram,” ujar Kepala Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam program d’Mentor detikcom, Rabu (29/09/2021).

“Yang kita dimasukan ke dalam satu grup, dimasukan grup yang menawarkan investasi dan anehnya di setiap grup itu ribuan follower,” sambung Tongam.

Modus tawaran investasi dikatakan Tongam hanya menjual janji manis dengan keuntungan tinggi. Bahkan mereka berani mencatut platform investasi yang punya ijin.

“Contohnya ada penawaram investasi bayar Rp 2 juta nanti dua hari kemudian dapat Rp 20 juta, yang akhirnya membuat banyak orang tergiur dan mau mentransfer uang Rp 5 juta, kemudian hari pertama dia tunggu hari kedua pas mau cair harus dibuka dulu kuncinya untuk pasword pembukaan rekening 20 juta lalu transfer lagi Rp 5 juta, setelah Rp 10 juta kemudian kita dikeluarkan dari grup sehingga kita tidak bisa dapat apa-apa,” paparnya.

Tongam mengatakan dalam dunia investasi baik tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat. Pasal itu dapat dipastikan sebagai investasi bodong. “Masyarakat kita jangan terlalu tergiur dengan imbalan yang tinggi,” tutupnya. (detik.com)

Exit mobile version