BOLA, RADARSUMBAR.COM – Persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/26 semakin memanas dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Berdasarkan klasemen terbaru, sejumlah tim masih terjebak dalam perebutan posisi aman dari degradasi, termasuk Semen Padang FC yang kini berada di zona merah.
Hingga pekan ke-25, Semen Padang FC menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Kabau Sirah hanya terpaut tipis dari tim-tim di atasnya, seperti Persis Solo dan Madura United FC yang sama-sama mengoleksi 20 poin, serta Persijap Jepara dengan 21 poin di posisi ke-14.
Di dasar klasemen, PSBS Biak menguntit dengan 18 poin. Sementara itu, PSM Makassar yang berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin juga belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Tipisnya selisih poin membuat persaingan di papan bawah menjadi sangat ketat. Satu kemenangan saja dapat mengangkat posisi tim hingga beberapa tingkat, sementara satu kekalahan bisa langsung menyeret tim kembali ke zona degradasi.
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi Semen Padang FC. Selain berada di posisi kritis, tim juga memiliki selisih gol yang cukup buruk, yakni minus 20, yang berpotensi menjadi penentu jika terjadi kesamaan poin di akhir musim.
Tidak hanya itu, performa tim juga belum konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Tren negatif yang dialami membuat tekanan semakin besar, baik dari sisi teknis maupun mental para pemain.
Meski demikian, harapan masih terbuka. Semen Padang FC kini ditangani pelatih baru, Imran Nahumarury, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif dan mengangkat performa tim dalam sisa pertandingan musim ini.
Dengan menyisakan sekitar sembilan laga, setiap pertandingan akan menjadi krusial bagi tim-tim papan bawah. Laga-laga melawan sesama penghuni zona degradasi diprediksi akan menjadi penentu, karena memiliki dampak langsung terhadap posisi klasemen.
Untuk dapat bertahan di kasta tertinggi, Semen Padang FC diperkirakan membutuhkan tambahan setidaknya 10 hingga 12 poin dari sisa laga yang ada. Tanpa perbaikan performa secara signifikan, ancaman degradasi akan semakin nyata.
Situasi ini menegaskan bahwa persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/26 sama sengitnya dengan perebutan gelar juara.
Dalam kondisi seperti ini, konsistensi dan mental bertanding akan menjadi faktor penentu siapa yang bertahan dan siapa yang harus turun kasta di akhir musim. (rdr)












