PADANG, RADARSUMBAR.COM – Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, angkat bicara menanggapi isu yang menyebut dirinya memanfaatkan klub untuk kepentingan politik.
Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadikan Semen Padang FC sebagai alat politik.
Dalam pernyataannya, Andre mempertanyakan tuduhan tersebut dengan menyinggung keterlibatannya di lingkungan suporter.
Ia mengaku tidak pernah menghadiri kegiatan kelompok suporter mana pun, baik itu komunitas seperti The Kmers, Spartacks, maupun kelompok Ultras. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan politik di balik aktivitas klub.
“Saya rasa saya konsisten tidak pernah datang ke acara-acara suporter. Jadi kalau ada yang bicara soal politik, mohon maaf, saya tidak pernah mempolitik Semen Padang FC,” ujarnya dalam pernyataan di akun medsosnya, Senin (4/5/2026) malam.
Andre justru menilai isu politisasi tersebut bisa saja berasal dari pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu. Ia bahkan mencurigai adanya oknum yang membawa agenda politik ke dalam kelompok suporter.
“Malah saya curiga yang bicara politik itu orang politik yang ada di dalam kelompok suporter,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih fokus bekerja untuk masyarakat Sumatera Barat, dan meyakini dukungan publik akan datang dari hasil kerja nyata, bukan dari memanfaatkan klub sepak bola.
Selain itu, Andre juga membeberkan kontribusi pribadinya terhadap Semen Padang FC. Ia menyebut sejumlah pihak yang terlibat dalam klub bahkan tidak menerima bayaran.
Salah satunya adalah Braditi Moulevey yang ditempatkan sebagai komisaris tanpa digaji dan tetap aktif mendukung tim menggunakan biaya pribadi.
Tak hanya itu, Andre juga mengaku membiayai sendiri posisi direktur teknik yang diisi oleh Yeyen Tumena. Seluruh biaya tersebut, menurutnya, berasal dari dana pribadi dan berada di luar kontribusi dana yang ia bantu carikan untuk klub.
“Itu semua saya biayai pribadi, di luar dana yang saya carikan untuk klub,” ungkapnya.
Andre menegaskan bahwa perannya di Semen Padang FC hanya sebatas penasihat, bukan bagian dari manajemen ataupun pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan. Ia juga meluruskan anggapan yang menyebut dirinya terlibat dalam penyusunan tim.
Menurutnya, sejak awal kompetisi, proses perekrutan pemain dilakukan oleh pihak manajemen bersama tim teknis. Seluruh keputusan, termasuk perekrutan pemain di putaran kedua hingga penunjukan pelatih, sepenuhnya berada di tangan manajemen.
“Dari awal kompetisi yang mencari pemain itu Edu bersama manajemen. Semua keputusan diambil oleh manajemen, termasuk pemain putaran kedua dan pelatih,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam urusan teknis tim dan hanya memberikan masukan sebagai penasihat.
Dengan penjelasan ini, Andre berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait peran dan kontribusinya di Semen Padang FC “Jadi jangan mengada-ada. Saya hanya penasihat, bukan pengambil keputusan,” tutupnya. (rdr)












