PASAMAN BARAT

Diduga Tersambar Petir, Kepala Patung Bundo Kanduang di Simpang Empat Pasbar Copot

×

Diduga Tersambar Petir, Kepala Patung Bundo Kanduang di Simpang Empat Pasbar Copot

Sebarkan artikel ini
Patung Bundo Kanduang di Kawasan Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat mengalami kerusakan di bagian kepala. (Foto: Dedi/Radarsumbar)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Patung Bundo Kanduang yang menjadi ikon Kota Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, mengalami kerusakan setelah hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah tersebut, Minggu (14/6/2026) sore.

Bagian kepala patung yang berada di bundaran Simpang Empat dilaporkan copot. Kerusakan tersebut diduga kuat akibat sambaran petir saat cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagian kepala patung tidak lagi menempel pada badan patung. Sejumlah serpihan yang berserakan di sekitar bundaran telah diamankan warga untuk menghindari risiko terhadap pengguna jalan.

“Dugaan sementara patung tersambar petir. Kejadiannya saat hujan lebat sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB. Serpihan langsung dibersihkan warga dan area sudah kami sterilkan agar tidak membahayakan pengendara,” ujar seorang warga yang berjualan di sekitar bundaran Simpang Empat.

Baca Juga  Jika 100 Persen Mendaftar, 720 Balon bakal Perebutkan 40 Kursi DPRD Pasbar

Peristiwa tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas melambat karena banyak warga dan pengendara yang berhenti untuk melihat kondisi patung. Bundaran Simpang Empat merupakan salah satu titik lalu lintas utama yang menghubungkan empat arah jalan di pusat kota.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap patung yang selama ini menjadi salah satu simbol identitas daerah tersebut.

“Bundo Kanduang itu simbol kami. Kalau rusak seperti ini, rasanya seperti kehilangan salah satu identitas kota,” kata warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti kerusakan maupun rencana perbaikan Patung Bundo Kanduang tersebut. (rdr/dedi)