PASAMAN BARATHEADLINE

Dugaan Perbedaan Pelayanan Penyaluran BBM Subsidi Mencuat di SPBU Batang Lingkin, Pengelola Beri Klarifikasi

×

Dugaan Perbedaan Pelayanan Penyaluran BBM Subsidi Mencuat di SPBU Batang Lingkin, Pengelola Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
SPBU Batang Lingkin, Kabupaten Pasaman Barat. (Foto: Dedi/Radarsumbar)

SIMPANGEMPAT, RADARSUMBAR.COM – Dugaan adanya perbedaan pelayanan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat di SPBU Batang Lingkin, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga serta dokumentasi video yang diterima redaksi, antrean kendaraan konsumen umum terlihat mengular di lokasi. Dalam rekaman tersebut, muncul dugaan bahwa salah satu pompa melayani sejumlah kendaraan bermotor yang oleh warga dicurigai berkaitan dengan aktivitas pelangsiran BBM subsidi.

Seorang konsumen yang enggan disebutkan namanya mengaku telah mengantre sekitar satu jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite. Namun, saat tiba gilirannya, ia mengaku hanya diperbolehkan membeli sekitar Rp50 ribu.

Konsumen tersebut kemudian mempertanyakan pembatasan tersebut setelah melihat kendaraan lain di pompa berbeda yang menurut pengamatannya melakukan pengisian dengan nominal lebih besar. Peristiwa itu menimbulkan pertanyaan di kalangan warga mengenai keseragaman pelayanan dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Informasi mengenai dugaan tersebut kemudian beredar di media sosial dan sejumlah portal berita daring. Dalam informasi yang beredar, muncul pula tudingan bahwa SPBU Batang Lingkin diduga memiliki jalur khusus bagi pelangsir dan melakukan pungutan tertentu. Namun, hingga kini tudingan tersebut belum terbukti dan belum ada penetapan hukum terkait dugaan tersebut.

Baca Juga  Polda Sumbar Tegaskan Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Subsidi

Menanggapi informasi yang berkembang, manajemen SPBU Batang Lingkin membantah adanya praktik pungutan maupun jalur khusus untuk pelangsir BBM.

“Kami membantah adanya uang kutipan ke pelangsir. Itu tidak benar. SPBU kami melayani sesuai aturan dan prosedur dari Pertamina,” ujar pengawas SPBU Batang Lingkin, Herlin, Kamis (20/8/2026).

Terkait adanya pengaturan penggunaan pompa tertentu, pihak SPBU menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan BBM jenis Pertalite.

Menurut manajemen, pengaturan pengisian di beberapa pompa dimaksudkan untuk meminimalkan potensi praktik pelangsiran serta memastikan penyaluran BBM subsidi dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak SPBU juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean panjang kendaraan. Kondisi itu, menurut mereka, dipengaruhi oleh pembatasan kuota dan pengiriman BBM Pertalite dari Pertamina.

Baca Juga  Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

“Memang benar antrean panjang terjadi karena kuota dan pengiriman Pertalite dibatasi. Ini bukan karena kami mempersulit, tapi murni faktor pasokan,” jelasnya.

Lebih lanjut, manajemen SPBU menyatakan tidak mengetahui secara pasti pihak-pihak yang mungkin melakukan aktivitas pelangsiran di luar area SPBU. Mereka menegaskan tidak melayani pengisian menggunakan jerigen, tangki yang telah dimodifikasi, maupun kendaraan yang diduga digunakan untuk menimbun atau melangsir BBM subsidi.

Manajemen SPBU Batang Lingkin berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang belum terverifikasi. Mereka juga mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, dugaan mengenai adanya perbedaan pelayanan dalam penyaluran BBM subsidi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak Pertamina terkait dugaan tersebut. (rdr/dedi)