OLAHRAGASEPAKBOLA

Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Jadi Fokus Regenerasi Pemain Timnas Indonesia

×

Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Jadi Fokus Regenerasi Pemain Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menekankan pentingnya pembinaan sepak bola dari kelompok usia dini sebagai fondasi mencetak pemain berkualitas untuk Tim Nasional Indonesia.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di JEC Soccer Field, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (8/7/2026).

Festival tersebut diikuti pemain muda dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah pemantauan bakat sekaligus penjaringan pemain potensial yang akan dipersiapkan dalam program regenerasi sepak bola nasional.

Menpora Erick hadir bersama sejumlah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk melihat langsung pertandingan dan perkembangan pemain muda yang tampil dalam ajang tersebut.

Menurut Erick Thohir, pembentukan pemain berkualitas tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai melalui sistem pembinaan yang terstruktur sejak usia awal.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan PSSI Provinsi Yogyakarta yang percaya bahwa menciptakan pemain itu harus dari bawah.”

Baca Juga  Turnamen Sepak Bola Air Bangis Cup I Sungai Beremas Resmi Ditabuh

“Kejuaraan U-10 dan U-12 ini menjadi fondasi untuk melahirkan bibit-bibit baru pemain tim nasional di masa depan,” ujar Erick.

Ia mengatakan, pembinaan usia dini semakin penting karena kompetisi sepak bola kelompok umur internasional terus berkembang.

Salah satunya rencana penyelenggaraan kompetisi FIFA kelompok usia U-15 pada Oktober mendatang yang membutuhkan kesiapan regenerasi pemain.

“Ini juga harus kita persiapkan dari bibit-bibit usia di bawah U-15. Bisa saja ada pemain U-12 yang nantinya mampu bermain di level U-15,” kata Menpora yang juga Ketua Umum PSSI tersebut.

Menpora Erick menjelaskan, setiap negara memiliki strategi berbeda dalam membangun tim nasional. Namun, Indonesia memilih memperkuat sistem pembinaan dari tingkat paling dasar melalui kompetisi berjenjang.

Ia mencontohkan beberapa negara yang menerapkan pendekatan berbeda dalam pembinaan pemain muda, termasuk Belanda yang melakukan penyesuaian sistem kelompok usia.

Menurutnya, setiap negara memiliki cara masing-masing sesuai kebutuhan dan karakter sepak bolanya.

Baca Juga  Sering Disindir Lempar Lembing, Andre Rosiade: Arhan Tetap Berikan yang Terbaik untuk Negara

“Setiap negara punya strategi masing-masing, tetapi Indonesia percaya membangun dari bawah,” ujar Menpora.

Dalam tiga tahun terakhir, PSSI terus memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda melalui berbagai kompetisi seperti Piala Soeratin dan Piala Pertiwi.

Kompetisi tersebut menjadi sarana pembinaan sekaligus pencarian pemain berbakat dari berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi penyelenggaraan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden.

Menurutnya, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi langkah penting untuk melahirkan prestasi olahraga nasional.

“Dari Yogyakarta semangatnya sesuai dengan arahan Pak Menteri, yakni bagaimana melakukan pembibitan dari bawah.”

“Dengan pembinaan sejak usia muda akan lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi,” ujar Wawan.

Melalui kompetisi kelompok usia tersebut, pemerintah berharap semakin banyak talenta muda sepak bola Indonesia yang mendapatkan ruang berkembang dan memiliki jalur pembinaan menuju level profesional. (rdr)