JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mendorong konsolidasi maskapai milik negara dengan menggabungkan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan Garuda Indonesia nantinya akan menjadi holding bagi grup maskapai BUMN, sementara Pelita Air akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia.
“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut Dony, konsolidasi tersebut bertujuan memperkuat kapasitas grup maskapai BUMN agar lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan industri penerbangan.
“Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” katanya.
Dony menjelaskan industri penerbangan membutuhkan pengelolaan yang sangat presisi karena setiap keputusan operasional berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan.
“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan,” ujarnya.
Karena itu, menurut dia, analisis terhadap rute penerbangan dan konektivitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis maskapai.
Selain konsolidasi bisnis, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari layanan sebelum penerbangan (pre-flight), selama penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight).
Peningkatan layanan tersebut mencakup integrasi sistem penjualan tiket, kualitas lounge, pengalaman kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, program loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Melalui penggabungan dan penguatan layanan tersebut, Garuda Group diharapkan mampu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional.
Bagian dari Efisiensi BUMN
Konsolidasi maskapai BUMN ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam melakukan penataan dan efisiensi perusahaan pelat merah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa penggabungan, penutupan, dan konsolidasi sejumlah BUMN hingga 31 Juli 2026 mampu menghemat anggaran negara sekitar Rp50 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya rutin, seperti pembayaran gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, listrik, serta berbagai biaya operasional lainnya.
Prabowo menargetkan jumlah BUMN dapat dipangkas menjadi maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026 dari sebelumnya sebanyak 1.077 BUMN.
“Mereka (Danantara, red.) menyanggupi,” kata Prabowo.
Presiden optimistis langkah perampingan tersebut dapat meningkatkan efisiensi hingga menghasilkan penghematan sekitar Rp70 triliun sampai Rp80 triliun.
Ia pun menilai pembentukan Danantara menjadi salah satu capaian penting dalam pemerintahannya untuk memperkuat pengelolaan aset negara. (rdr/ant)












