PADANGPANJANG, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, dalam pertemuan di Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, Hendri memaparkan potensi pemanfaatan lahan negara berupa tanah erfpacht di kawasan Sungai Andok, pengembangan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai pusat UMKM dan pariwisata, serta rencana pembangunan wisata kereta gantung yang menyesuaikan kontur wilayah kota.
Pertemuan itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.
Hendri menegaskan, Pemerintah Kota Padang Panjang tidak hanya menawarkan potensi, tetapi juga kesiapan dalam merealisasikan investasi.
“Arah pengembangan sudah jelas dan terbuka untuk kolaborasi. Tinggal bagaimana kita wujudkan bersama dengan dukungan pemerintah pusat dan investor,” ujarnya.
Ia menyebut, seluruh rencana disusun melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, melibatkan kementerian, pemerintah provinsi, hingga investor, agar dapat segera direalisasikan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkot juga mengusulkan revitalisasi kawasan Stasiun Kereta Api bersejarah di Pasar Usang dengan konsep kolaborasi berbasis UMKM.
“Kami ingin pengembangan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM dan ekonomi kreatif untuk berkembang,” kata Hendri.
Pemanfaatan lahan pemerintah di kawasan Sport Centre untuk kegiatan pendidikan, serta rehabilitasi kawasan Bancalaweh sebagai pusat olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif juga turut ditawarkan.
Di sisi lain, pembangunan gedung parkir di pusat kota dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan pengunjung seiring meningkatnya mobilitas perkotaan.
Sementara itu, Dony Oskaria menilai percepatan investasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang sempat melambat hingga 3,4 persen pada 2025.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan, penguatan infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi guna meningkatkan daya tarik daerah bagi investor. (rdr/ant)











