TOKYO, RADARSUMBAR.COM – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Pulau Kyushu, Prefektur Kumamoto, bertambah menjadi 13 orang.
“Per pukul 08.30 waktu setempat (06.00 WIB), jumlah korban tewas mencapai 13 orang,” kata Takaichi dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu.
Ia menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan korban.
Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu di barat daya Jepang pada Selasa (28/7), kemudian disusul gempa susulan bermagnitudo 6,1.
Pemerintah Jepang juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro serta membentuk satuan tugas darurat di bawah pusat penanganan krisis Kantor Perdana Menteri.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan sebuah pusat perbelanjaan ambruk sehingga puluhan orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan.
Menurut laporan FNN TV, pada Selasa sekitar pukul 18.00 waktu setempat (16.00 WIB), dinas pemadam kebakaran menerima sejumlah panggilan darurat yang melaporkan adanya ledakan di pusat perbelanjaan Aeon Mall. Asap putih kemudian terlihat membumbung dari bangunan tersebut.
Sementara itu, rekaman udara yang disiarkan NHK memperlihatkan sebagian dinding luar pusat perbelanjaan runtuh hingga hanya menyisakan kerangka baja bangunan. Siaran tersebut juga menunjukkan sebagian atap ambruk dan terdapat lubang besar pada struktur atap.
Sejumlah media melaporkan lantai dua pusat perbelanjaan tersebut runtuh sehingga menyebabkan sejumlah orang terjebak di bawah puing-puing. Sementara itu, sekitar 200 orang lainnya berhasil menyelamatkan diri ke area parkir terdekat. (rdr/ant)












