PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menegaskan Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Program ini dihadirkan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menjadi upaya nyata memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Andre mengatakan, Program Sekolah Rakyat menghadirkan pendidikan berasrama untuk anak-anak dari 20 persen keluarga paling rentan di Indonesia, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan kini mendapatkan tempat tinggal yang layak, makan tiga kali sehari, seragam, pendidikan, serta pengasuhan yang lebih baik. Sementara keluarganya juga memperoleh dukungan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai program bantuan pemerintah.
“Program Sekolah Rakyat ini menghadirkan pendidikan berasrama untuk anak-anak dari 20 persen keluarga paling rentan di Indonesia, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan kini mendapatkan tempat tinggal yang layak, makan tiga kali sehari, seragam, pendidikan, serta pengasuhan yang lebih baik. Sementara keluarganya juga memperoleh dukungan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan berbagai program bantuan pemerintah,” kata Andre, Kamis (6/8/2026).
Andre Rosiade menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi satu kesatuan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi rakyat, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi.
“Ketiga program ini saling melengkapi. Sekolah Rakyat menyiapkan pendidikan berkualitas, MBG memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, sedangkan Koperasi Merah Putih memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat. Inilah strategi besar Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memutus rantai kemiskinan,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu.
Andre menjelaskan, Sekolah Rakyat memastikan setiap siswa memperoleh hak pendidikan yang layak dengan fasilitas yang lengkap. Seluruh kebutuhan dasar siswa dipenuhi, mulai dari makanan bergizi tiga kali sehari, seragam sekolah gratis, proses belajar sesuai kurikulum nasional, hingga pendampingan dan pengasuhan di luar jam sekolah untuk membentuk karakter, kemandirian, serta disiplin peserta didik.
Andre menambahkan, program tersebut lahir sebagai implementasi amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar serta mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen negara untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Tujuan akhirnya bukan hanya memberikan akses pendidikan berkualitas tanpa biaya, tetapi juga memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan, pembinaan karakter, dan keterampilan yang memadai, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik dan menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju Indonesia Emas,” ujar Andre.
Andre menyebutkan, hingga saat ini sudah terdapat 84 Sekolah Rakyat yang berdiri dan beroperasi di berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas 19 lokasi tahap pertama dan 65 lokasi permanen. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo kepada masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Ini adalah investasi besar Presiden Prabowo untuk masa depan bangsa. Anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya diberi kesempatan bersekolah, tetapi juga dibentuk menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berpendidikan, dan siap mengangkat derajat keluarganya. Itulah tujuan besar Sekolah Rakyat,” tutup Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. (rdr)












