GUNUNGSITOLI, RADARSUMBAR.COM – Kericuhan terjadi di Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut) sekitar seratusan warga berkumpul dan menguasai badan jalan di dekat lokasi usaha peternakan babi milik seorang pengusaha di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara yang belum diketahui identitasnya, Senin (6/4/2026) pukul 08.00 WIB.
Situasi memanas ketika warga meluapkan emosi dengan membakar dua ekor babi di tengah jalan raya dan di belakang
penampungan ternak dekat laut. Peristiwa tersebut memicu perhatian pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Adapun dua ekor hewan ternak itu terlihat hangus terbakar di lokasi kejadian. Aparat kepolisian segera turun tangan mengamankan area guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Seorang warga, A Harefa menyebut aksi pembakaran itu merupakan puncak kekecewaan masyarakat yang telah berlangsung lama.
Dia menjelaskan, kemarahan warga dipicu oleh penggerebekan gudang yang dilakukan masyarakat pada Minggu malam (5/4/2026) di wilayah Sisarahili Gamo, Kecamatan Gunungsitoli.
Menurutnya, warga menemukan puluhan hingga ratusan ekor babi yang diduga masuk dari luar wilayah Kepulauan Nias tanpa melalui jalur resmi. Kondisi tersebut memicu keresahan, terutama di kalangan peternak lokal dan isu wabah penyakit hewan itu.
Warga menduga masuknya ternak dari luar daerah secara berkala tanpa pemeriksaan kesehatan telah merugikan peternak lokal, pemotong hewan, serta pelaku usaha kecil lainnya.
Selain itu, harga jual yang lebih murah dari ternak tersebut semakin memperparah kerugian yang dialami masyarakat setempat.
Aksi pembakaran di tengah jalan pun menuai beragam reaksi dari warga. Asman Lase mengkritik tindakan tersebut karena dinilai merusak fasilitas umum.
Ia menilai pemusnahan hewan seharusnya tidak dilakukan di jalan raya karena dapat merusak infrastruktur yang digunakan bersama.
Sisi lain, sebagian warga menduga babi yang dimusnahkan terindikasi membawa penyakit, sehingga dilakukan pembakaran sebagai langkah pencegahan.
Hingga kini, penyebab utama kejadian tersebut masih belum dipastikan. Aparat kepolisian telah mengamankan lokasi dan berupaya meredam situasi, namun belum memberikan keterangan resmi terkait latar belakang peristiwa.
Kepala Seksi Humas Polres Nias, Aipda Motivasi Gea, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik masuknya ternak babi ke wilayah tersebut.
Sementara itu, jurnalis terus melakukan penelusuran dan investigasi lanjutan guna memastikan siapa pemilik resmi puluhan ternak babi yang ditemukan di gudang di Sisarahili Gamo.
Peristiwa ini mencerminkan ketegangan yang muncul akibat persoalan distribusi ternak, kesehatan hewan, serta dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal. Aparat diharapkan segera mengungkap fakta secara transparan agar situasi dapat kembali kondusif. (rdr-tanhar)












