PADANG, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengimbau masyarakat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sepanjang hari ini, Sabtu (23/5).
Cuaca di wilayah Sumbar diprediksi akan mengalami transisi drastis dari cerah menyengat di siang hari menjadi hujan lebat disertai petir pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, kondisi pada pagi hingga siang hari didominasi oleh cuaca cerah berawan. Suhu udara pada siang hari (pukul 11.00 – 14.00 WIB) diprakirakan cukup menyengat hingga mencapai puncaknya di kisaran 30°C hingga 31°C.
BMKG juga mencatat indeks UV berada pada kategori sangat tinggi (skala 7-9), sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menggunakan pelindung tabir surya.
Namun, memasuki sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, pertumbuhan awan konvektif diprediksi terjadi secara cepat. Kondisi ini memicu perubahan cuaca ekstrem berupa hujan deras lokal hingga hujan petir di sejumlah titik.
Seiring dengan turunnya hujan, suhu udara diprakirakan melandai ke angka 29°C. Memasuki malam hari (pukul 18.00 – 21.00 WIB), intensitas cuaca ekstrem tersebut diprakirakan mulai mereda menjadi hujan ringan hingga sedang.
Suhu udara malam hari akan berkisar antara 24°C hingga 27°C dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, mencapai 78% hingga 90%.
Berlanjut pada tengah malam hingga dini hari, cuaca cenderung stabil dengan menyisakan hujan ringan atau kondisi udara kabur, dengan suhu udara minimum menyentuh 22°C hingga 23°C.
Secara makro, parameter cuaca di wilayah Sumatera Barat hari ini mencatat suhu udara berada di rentang 22°C hingga 31°C dengan kelembapan udara berkisar antara 57% hingga 94%.
Sementara itu, pergerakan angin diprakirakan bertiup pelan dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan rata-rata hanya 2 hingga 3 km/jam.
Terkait kondisi ini, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca agar masyarakat mengantisipasi dampak hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang berdurasi singkat.
Bagi warga yang berada di wilayah rawan bencana banjir, longsor, atau bertempat tinggal di sekitar lereng gunung, diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau pembaruan informasi visual berkala melalui kanal resmi BMKG Minangkabau. (rdr)












