SUMBAR

Delapan Puskesmas di Sumatera Barat Butuh Tambahan Tenaga Kesehatan

×

Delapan Puskesmas di Sumatera Barat Butuh Tambahan Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi tenaga kesehatan. (dok. istimewa)
ilustrasi tenaga kesehatan. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Sebanyak delapan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Provinsi Sumatera Barat saat ini membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat.

“Ada delapan puskesmas lagi yang masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Aklima di Kota Padang, Kamis.

Aklima menyebutkan delapan puskesmas itu tersebar di sejumlah daerah dengan rincian masing-masing tiga di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Solok, satu di Kabupaten Limapuluh Kota, serta satu puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Delapan puskesmas ini belum mempunyai tenaga kesehatan yang lengkap,” ujarnya.

Secara umum ratusan puskesmas yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar sudah memiliki tenaga kesehatan yang lengkap.

Baca Juga  DPT Pemilu 2024 di Sumbar sebanyak 4.088.606 Orang

Kelengkapan tenaga kesehatan itu meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, gizi, ahli teknologi laboratorium medik dan lainnya.

Kemudian, dari 25 rumah sakit umum daerah (RSUD) di Sumbar, baru 16 di antaranya yang memiliki kelengkapan tujuh dokter spesialis. Artinya, masih ada 10 rumah sakit yang belum mempunyai kelengkapan layanan dokter spesialis.

Adapun rumah sakit yang dimaksud yakni RSUD Tapan, RSUD Ahmad Syafii Maarif, RSUD Kamang Baru, RSUD Tuanku Rao, RSUD Kepulauan Mentawai, RSUD Sungai Rumbai, RSUD Batang Sangir, RSUD Pasaman Barat, RSUD Serambi Madinah serta RSUD dr Sadikin.

Namun, ia memastikan Sumbar sudah memiliki rumah sakit Kelas A yakni Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Keberadaan rumah sakit ini tergolong penting dan vital karena diharapkan menjadi rujukan terakhir di Ranah Minang.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Dorong BUMDesma Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sejalan dengan infrastruktur kesehatan di provinsi setempat, indeks pembangunan manusia (IPM) Sumbar periode 2024-2026 berhasil menempati peringkat keenam nasional. Pada 2025 IPM Sumbar tercatat 77,27 di mana angka itu naik 0,84 poin atau tumbuh 1,1 persen jika dibandingkan 2024 sebesar 76,43. (rdr/ant)