HEADLINESEPAKBOLA

Di Balik Degradasi Semen Padang FC, Andre Rosiade Ungkap Klub Terus Merugi

×

Di Balik Degradasi Semen Padang FC, Andre Rosiade Ungkap Klub Terus Merugi

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade bicara terkait degradasi Semen Padang FC. (dok. istimewa)
Andre Rosiade bicara terkait degradasi Semen Padang FC. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, akhirnya buka suara terkait degradasinya Kabau Sirah ke Liga 2.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Senin (4/5/2026), Andre menegaskan bahwa hasil buruk musim ini merupakan tanggung jawab internal tim, bukan karena faktor eksternal.

Dia membantah anggapan publik yang menyebut dirinya menghilang di tengah keterpurukan tim. Menurutnya, tidak tepat untuk banyak berbicara jika penyebab kekalahan berasal dari kesalahan sendiri.

“Saya tidak hilang, tapi tidak mungkin saya bersuara kalau memang kekalahan kita disebabkan karena kesalahan kita sendiri. Dan itulah yang terjadi di musim ini,” ujarnya.

Andre menjelaskan, berbeda dengan musim lalu yang sempat diwarnai dugaan intervensi pihak tertentu, kompetisi musim ini dinilai lebih fair.

Ia mengapresiasi pembenahan yang dilakukan PSSI melalui Komite Wasit, termasuk peningkatan kualitas wasit dan kehadiran wasit asing.

“Sehingga kekalahan-kekalahan itu tentu penyebabnya adalah kesalahan Semen Padang FC sendiri. Harusnya kita introspeksi, bukan bersuara,” tegasnya.

Baca Juga  Kick Off Liga 4 Sumbar Digelar 12 Februari 2025, PSPP dan Lima Tim Lainnya Siap Bersaing

Andre juga mengakui degradasi ke Liga 2 merupakan kenyataan pahit bagi semua pihak, termasuk dirinya. Ia menegaskan posisinya bukan sebagai pemilik maupun manajemen klub, melainkan seorang suporter yang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu tim.

Ia mengaku telah menjadi suporter Semen Padang sejak usia tiga tahun. Kesetiaan itu, menurutnya, ia buktikan dengan turun langsung membantu klub, terutama saat mengalami krisis finansial sejak 2017.

Bahkan pada 2019, ketika klub hampir dijual, ia ikut mendorong agar tim tetap dipertahankan. “Saya diminta turun tangan mencarikan dana agar tim ini bisa berkompetisi. Saya bantu, sampai akhirnya kita bisa bangkit dan promosi ke Liga 1,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Andre juga membeberkan kondisi finansial klub yang dinilainya jauh dari ideal. Ia menyebut kontribusi dari PT Semen Padang sebagai pemilik klub hanya sekitar Rp15 miliar dari total alokasi Rp20 miliar.

Sementara itu, ia mengklaim turut membantu mencarikan dana hampir Rp20 miliar tambahan melalui sponsor. Andre mengungkapkan bahwa operasional pertandingan kandang justru sering merugi.

Baca Juga  Timnas U-20 Fokus Jelang Laga versus Argentina 

Setiap laga membutuhkan biaya sekitar Rp211 juta, sementara pemasukan dari tiket belum mampu menutup kebutuhan tersebut.

“Rata-rata kita nombok. Dari suporter sekitar Rp30 juta, ditambah tiket umum sekitar Rp130 sampai Rp180 juta, tetap tidak cukup,” jelasnya.

Menurutnya, harga tiket yang terlalu murah menjadi salah satu penyebab utama minimnya pemasukan, sehingga klub belum mampu menjalankan sistem profesional yang menjadikan laga kandang sebagai sumber pendapatan.

Dengan kondisi tersebut, Andre menyebut keberlangsungan Semen Padang FC saat ini bergantung pada kombinasi dana dari PT Semen Padang, sponsor yang ia bantu hadirkan, serta distribusi dari operator liga.

“Dari mana kita hidup? Dari PT Semen Padang, dari sponsor yang saya carikan, dan juga dari PT Liga,” tutupnya.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa degradasi Semen Padang FC tidak hanya dipengaruhi performa di lapangan, tetapi juga tekanan finansial yang terus membayangi klub sepanjang musim. (rdr)