BOLA, RADARSUMBAR.COM — Sebanyak 47 tim peserta Piala Soeratin 2026 zona Provinsi Sumatera Barat resmi menempati grup masing-masing untuk menjalani babak penyisihan. Pengundian atau official drawing digelar di Kawana Hotel Padang, Sabtu (15/8/2026) sore.
Pengundian dipimpin Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) sekaligus Operator Piala Soeratin Sumbar, Renol Fadhli, berbarengan dengan kegiatan Workshop Tim Peserta dan Match Commissioner Refreshment yang diselenggarakan PSSI Sumatera Barat.
Dari 47 tim tersebut, 18 tim akan bersaing pada kelompok usia (KU) 13 tahun yang terbagi dalam empat grup. Kemudian 21 tim KU-15 terbagi dalam lima grup, sementara delapan tim KU-17 terbagi dalam dua grup.
Pada KU-13, Grup A dihuni Ripan’s SS, Taruna Luki, KLA Dentis, Minang Sejagad dan Atha Agam. Grup B terdiri dari Excellent, Peru Utama, Persiju, Persepak dan IFA Indarung. Grup C diisi Tiku Putra, Bhayangkara, Victory dan Imam Bonjol. Sedangkan Grup D dihuni Tirta SS, PSTS, Batang Anai dan PS Pasbar.
Untuk KU-15, Grup A terdiri dari Batang Anai FC, Taruna Mandiri, Cahaya Motor, Minang Sejagad dan KLA Dentist. Grup B dihuni Putra Bumi Serambi, Seven FC, Kompak Kp. Pisang dan SSB Semen Padang.
Grup C terdiri dari Tirta SS, Persada FC, Imam Bonjol dan GAS Sawahlunto. Grup D dihuni Kinantan FC, Sukur FC, Atha Agam dan Excellent. Sementara Grup E terdiri dari Pasbar PS, Taruna Luki, PSTS dan PSLA.
Sementara itu, delapan tim KU-17 terbagi dalam dua grup. Grup A dihuni PSP Padang, Seven FC, PSLA dan Ricefield Town FC. Grup B terdiri dari Tiku Putra, Kompak Kp. Pisang, Josal FC dan Atha Agam.
Ketua Panpel Piala Soeratin 2026 Sumbar, Renol Fadhli, mengatakan kegiatan workshop juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada seluruh tim mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan kompetisi.
“Seluruh peserta harus memahami regulasi yang berlaku, baik Law of The Game maupun Role of The Game. Ini penting agar pelaksanaan pertandingan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman di lapangan,” ujar Renol.
Penyampaian regulasi secara lebih rinci dilanjutkan oleh Suez Hengki Leonardo, salah seorang *Match Commissioner* sekaligus anggota Panpel Piala Soeratin Sumbar. Piala Soeratin 2026 Sumbar akan menggunakan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan grup.
Tim yang lolos dari fase grup selanjutnya akan melanjutkan perjuangan ke babak gugur, semifinal hingga final. Untuk venue pertandingan, panitia menetapkan dua lokasi, yakni Stadion Utama Sumbar di Sikabu, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, serta Semen Padang Training Ground (SPTG) di Indarung, Kota Padang.
“Venue pertandingan juga sudah kita tetapkan. Ada Stadion Utama Sumbar di Sikabu dan SPTG di Indarung. Seluruh tim tentu harus memperhatikan jadwal dan lokasi pertandingan yang nantinya ditetapkan panitia,” katanya.
Selain regulasi pertandingan, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP) yang disampaikan Dhoni Rusliansyah selaku Administrator SIAP sekaligus Sekretaris Panpel PSSI Sumbar.
Renol menjelaskan, SIAP menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kompetisi karena proses administrasi pemain dan ofisial hingga penginputan daftar susunan pemain saat pertandingan dilakukan melalui sistem daring yang terintegrasi dengan PSSI Pusat.
“SIAP ini penting karena pendaftaran pemain, ofisial, maupun penginputan daftar susunan pemain saat pertandingan nanti menggunakan sistem online yang terintegrasi dengan PSSI Pusat. Karena itu, seluruh tim harus memahami mekanismenya,” ujarnya. (rdr)











