BOLA, RADARSUMBAR.COM — Panitia Pelaksana (Panpel) Piala Soeratin zona PSSI Sumatera Barat 2026 merampungkan agenda Match Coordination Meeting (MCM) di Ruangan Bamus DPRD Sumbar, Kamis (20/8/2026). MCM menjadi tahapan akhir sebelum kompetisi resmi bergulir pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Ketua PSSI Sumbar Indra Dt. Rajo Lelo, Sekum Hendra Dupa, Ketua Panpel Renol Fadhli, Wakil Ketua Panpel April, Bidang Kompetisi Erwin Sofyan, serta Match Commissioner, Security Officer, Medical Officer, Media Officer, dan official tim peserta.
Dalam kesempatan itu, Indra Dt. Rajo Lelo menegaskan komitmen PSSI Sumbar menjaga netralitas dan integritas selama pelaksanaan Piala Soeratin 2026. Ia memastikan tidak boleh ada perlakuan khusus terhadap klub maupun tim peserta.
Seluruh peserta harus mendapatkan perlakuan yang sama, sementara perangkat pertandingan dan panitia dituntut bekerja profesional sesuai regulasi. “Di PSSI Sumatra Barat tidak ada nanti ini yang istimewa. Semua kita itu sama, klub itu kita perlakukan sama,” kata Indra.
Menurutnya, prinsip kesetaraan tersebut penting untuk menjaga integritas kompetisi. Tidak hanya klub, seluruh daerah yang menjadi bagian dari kompetisi juga harus diperlakukan secara adil.
Indra juga mengingatkan perangkat pertandingan, mulai dari wasit, Match Commissioner hingga panitia, agar menjalankan tugas secara objektif dan tidak membeda-bedakan peserta. “Saya selalu menyampaikan ini, di mata saya itu seluruh klub itu sama, seluruh daerah itu sama, kita perlakukan sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan pelanggaran dan pemberian sanksi dilakukan sesuai kewenangan organisasi. Untuk jenis sanksi tertentu, kewenangan berada pada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Pusat, sedangkan PSSI Sumbar menjalankan kewenangan di tingkat provinsi sesuai regulasi.
Matangkan Regulasi Kompetisi
Ketua Panpel Renol Fadhli mengatakan MCM merupakan bagian penting dari persiapan akhir sebelum pertandingan pertama digelar. Menurutnya, forum tersebut mempertemukan seluruh unsur yang berkaitan dengan pertandingan, mulai dari Match Commissioner, Security Officer, Medical Officer, Media Officer, perangkat pertandingan, hingga manajer dan pelatih tim peserta.
“Gunanya agar saling memahami posisi masing-masing untuk kelancaran pertandingan sesuai aturan kompetisi resmi PSSI,” ujarnya.
Sementara itu, Match Commissioner Fredi Kasbullah menyampaikan finalisasi regulasi kompetisi untuk tiga kelompok umur, yakni KU-13, KU-15, dan KU-17. Para peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Laws of the Game (LOTG) dan Role of the Game (ROTG) yang disampaikan wasit Liga 1 Eko Setiawan.
Materi tersebut diberikan untuk memastikan seluruh peserta memahami aturan permainan, mekanisme pertandingan, serta peran masing-masing unsur dalam kompetisi. Panpel juga memberikan pembaruan terkait administrasi pemain dan official melalui Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP), serta melakukan ekspos jersey pertandingan seluruh tim peserta.
Piala Soeratin Sumbar 2026 diikuti 47 tim yang terbagi dalam tiga kelompok umur. Rinciannya, 18 tim pada KU-13, 21 tim pada KU-15, dan delapan tim pada KU-17. Kompetisi dijadwalkan dimulai Sabtu (22/8/2026) dengan menggunakan dua venue utama, yakni Stadion Utama Sumbar dan Semen Padang Training Ground (SPTG).
Pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan September 2026. Renol Fadhli berharap seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar hingga menghasilkan tim terbaik dari masing-masing kelompok umur untuk melanjutkan perjuangan di tingkat nasional.
“Harapannya, kompetisi berjalan lancar dan melahirkan tim terbaik (juara) di KU-13, KU-15 dan KU-17 yang akan mewakili marwah sepakbola Sumbar ke putaran nasional,” katanya. (rdr)












